Menu

Mode Gelap

Hukum & Kriminal · 12 Jan 2026

Aksi Nekad Dugaan Penganiyaan Bersama Terhadap Tenaga Kesehatan di Puskesmas Batuan Sumenep Berujung Laporan Polisi


					Aksi Nekad Dugaan Penganiyaan Bersama Terhadap Tenaga Kesehatan di Puskesmas Batuan Sumenep Berujung Laporan Polisi Perbesar

SUMENEP, NETSATU.COM.- Aksi nekad sejumlah pria yang diduga melakukan kekerasan terhadap tenaga kesehatan (Nakes) dilingkungan Puskesmas Batuan Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, berujung pelaporan polisi.

Aksi dugaan Penganiyaan tersebut terjadi pada hari Minggu tanggal 4 Januari 2026 sekira pukul 10.30 Wib, terjadi di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) saat korban inisial R menjalankan tugasnya selaku petugas tenaga medis.

Pelaksana tugas(Plt) Kepala Puskesmas Batuan Sumenep drg.Emy Kristin S. Saat di jumpai di ruang kerjanya, Ia menjelaskan bahwa insiden bermula ketika dua pasien korban kecelakaan lalu lintas dibawa ke UGD Puskesmas Batuan oleh masing-masing pihak keluarga untuk mendapatkan penanganan medis.

“Saat itu, korban bernama Ramli Fawaid, bersama sejumlah tenaga medis lainnya, tengah fokus melakukan tindakan medis terhadap pasien. Namun, situasi di ruang UGD mendadak memanas akibat cekcok mulut antara kedua keluarga pasien yang terjadi di dalam ruangan,” Ungkap Drg.Emy, Senin(12/01/2026).

Untuk menjaga kondusivitas dan agar proses penanganan medis berjalan optimal, korban meminta keluarga pasien untuk menunggu di luar ruang UGD. Permintaan tersebut disampaikan dengan maksud baik agar tenaga kesehatan dapat fokus melayani pasien.

“Namun, salah satu anggota keluarga pasien diduga merasa tersinggung dan menanggapi dengan nada tinggi. Adu argumen pun tak terhindarkan, meski korban telah menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki waktu untuk berdebat karena pasien harus segera ditangani,” terangnya.

Situasi semakin memanas ketika seorang perempuan dari pihak keluarga pasien menyatakan akan membawa pasien ke fasilitas kesehatan lain sambil merekam kejadian tersebut menggunakan ponsel. Korban berusaha menghalangi tindakan perekaman demi menjaga ketertiban dan privasi pelayanan medis, yang kemudian kembali memicu cekcok mulut.

“Melihat kondisi semakin tidak kondusif, rekan-rekan sesama tenaga medis berupaya mengamankan korban dengan membawanya ke ruang jaga perawat. Namun, salah satu anggota keluarga pasien yang mengenakan baju biru dan songkok kopyah diduga mengejar korban dan berusaha memiting lehernya. Korban sempat berusaha melepaskan diri,” imbuhnya.

Lebih lanjut, drg.emy menjelaskan Tak berhenti di situ, dari arah belakang, anggota keluarga pasien lain yang mengenakan baju merah diduga memukul kepala korban, disertai tindakan dorongan ke tubuh korban. Beruntung, rekan-rekan tenaga medis lainnya segera melerai sehingga situasi dapat dikendalikan.

“Atas kejadian tersebut, pada hari yang sama sekitar pukul 14.30 WIB, korban secara resmi melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya ke Polsek Kota Sumenep untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.” Tegasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek kota kabupaten Sumenep Aiptu Nurul Huda Setyo Nugroho,S.H, saat dijumpai diruang kerjanya membenarkan atas terjadinya kasus dugaan Penganiyaan seorang tenaga Medis di Puskesmas Batuan Sumenep.

“Betul, telah terjadi tindak pindana kekerasan secara bersama-sama di ruang UGD puskesmas Batuan, pada hari Minggu tanggal 4 Januari 2026 sekira pukul 10.30 wib ” tegasnya.

Atas kejadian tersebut pelaku dikenakan pasal 262 UU no.1 tahun 2023 KUHP tentang tindak pidana kekerasan secara bersama dimuka umum, menyatakan bahwa ‘ setiap orang yang dengan terang-terangan atau dimuka umum dan dengan tenaga bersama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, di pidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak kategori V”.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap secara utuh atas kejadian tersebut serta menentukan langkah hukum yang pasti, namun hingga saat ini redaksi Netsatu.com belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak terlapor.

 

( Red/Dav )

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pemkab Sumenep Peringati Maulid Nabi Saw 2026 : Ajak ASN dan Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah 

4 September 2026 - 05:39

Foto : Pemkab Sumenep Menggelar Maulid nabi Muhammad Saw Bersama Majlis Attaufiq

Peredaran Diduga Rokok Ilegal Merk Manchester R7 Semakin Laris Terjual, Petugas Bea Cukai Batam dan APH Diminta Segera Bertindak

2 September 2026 - 04:39

Diduga Maraknya Judi Tebak Angka Di Toko Lina Dan kedai Kopi Golden, Kapolres Karimun Dinilai Tutup Mata

2 September 2026 - 02:35

Video Syur Perselingkuhan Ning Putri Kyai dengan Santri Ponpes di Kota Kediri Viral di Website Dewasa

1 September 2026 - 08:26

Foto : Foto ilustrasi puluhan generasi muda melihat video tak senonoh Ning Putri Kyai Ponpes besar di Kota Kediri dengan santri sopir tayang di situs dewasa

1000 Petani Tebu Kepung Istana Merdeka, Desak HPP Gula Rp16.875 dan Copot Menko Bidang Pangan

1 September 2026 - 03:44

Foto : 1000 Petani Tebu Kepung Istana Merdeka, Desak HPP Gula Rp16.875 dan Copot Menko Bidang Pangan

Oknum Santri dan Ning Putri Pengasuh Ponpes Ternama di Kota Kediri Disinyalir Jalin Hubungan Terlarang di Kediaman Kyai

31 Agustus 2026 - 12:32

Foto : Ilustrasi
Trending di Hukum & Kriminal

Sorry. No data so far.