Menu ✖

Mode Gelap

Kesehatan · 8 Des 2025

Dinkes P2KB Sumenep Luncurkan Layanan Strategis Dini Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran HIV


					Foto : dr.Ellya Fardasah, M.Kes., Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep Perbesar

Foto : dr.Ellya Fardasah, M.Kes., Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep

SUMENEP, NETSATU.COM,- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep terus memperkuat upaya deteksi dini dan pencegahan penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) melalui strategi layanan terintegrasi di tingkat Puskesmas dan kerja sama lintas sektor. Program ini bertujuan memastikan setiap kelompok rentan dan masyarakat yang akan menikah mendapat pemeriksaan kesehatan yang komprehensif.

Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep Ellya Fardasah melalui Achmad Syamsuri Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) mengungkapkan, Dinkes Sumenep kini telah mengintegrasikan program pemeriksaan penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TBC) dan HIV, dalam layanan kesehatan rutin di Puskesmas, termasuk untuk Ibu Hamil (Bumil).

“Kami memiliki program yang sudah terintegrasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan layanan ibu hamil di Puskesmas. Pada waktu pemeriksaan awal, kami sudah bisa mengintegrasikan pemeriksaan penyakit TBC dan HIV,” ujarnya saat menjadi narasumber di Sumenep Menyapa RRI Sumenep, Senin (1/12/2025).

Langkah ini memungkinkan pihak kesehatan untuk mengantisipasi dan memberikan pengobatan sedini mungkin, terutama jika ibu hamil terkonfirmasi positif HIV. Hal ini krusial untuk mencegah penularan dari ibu ke anak (Prevention of Mother-to-Child Transmission/PMTCT).

“Terkait dengan tindakan pada ibu hamil jika positif, teman-teman [petugas kesehatan] juga menyiapkan diri dengan memberikan pelayanan yang komprehensif,” lanjutnya.

Selain skrining pada ibu hamil, Dinkes Sumenep juga menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk melakukan skrining kesehatan bagi Calon Pengantin (Catin).

“Layanan skrining ini kami sudah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kemenag untuk skrining calon pengantin. Ini merupakan tindak lanjut dari program yang digagas oleh Pusat dan Kementerian Agama,” ujarnya.

Setiap calon pengantin yang akan melangsungkan perkawinan wajib mendapatkan rekomendasi pemeriksaan kesehatan dari Puskesmas. Di sanalah tim kesehatan akan melakukan skrining, termasuk deteksi dini penyakit HIV.

“Ini adalah salah satu upaya untuk mengetahui dan mendeteksi dini penyakit HIV dalam rangka menciptakan generasi dan keluarga yang sehat,” ucapnya tegas.

Guna meningkatkan kesadaran masyarakat, Dinkes Sumenep juga menggandeng Generasi Berencana (Genre) sebagai motor penggerak sosialisasi.

“Kami juga menggandeng Genre yang menjadi salah satu motor penggerak kami untuk melakukan sosialisasi. Dengan adanya kerja sama yang baik, sosialisasi tentang bahaya penyakit HIV dapat berjalan masif di kalangan generasi muda.” ujarnya, menegaskan komitmen Pemkab Sumenep dalam menekan angka penularan HIV.

( Red/Dav )

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Jawa Timur Dorong PSEL Surabaya, Sampah Disiapkan Jadi Sumber Energi Listrik

16 Oktober 2026 - 01:54

Foto : Kepala DLH Jawa Timur, Dr. Nurkholis, S.Sos., M.Si., saat diwawancarai langsung di Hotel Excotel Surabaya

Diskominfo Jatim Perkuat Program Perisai Anak, Dorong Ruang Digital Aman bagi Pelajar

15 Oktober 2026 - 09:07

Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa 2026 : Kabupaten Sumenep Raih Prestasi Gemilang Juara 1 Pada Tiga Kategori 

13 Oktober 2026 - 01:27

Foto : Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa 2026 : Kabupaten Sumenep Raih Prestasi Gemilang Juara 1 Pada Tiga Kategori

Momentum Hari Kesaktian Pancasila: Bupati Sumenep Tegaskan Perkuat Komitmen Nilai-nilai Pancasila 

13 Oktober 2026 - 00:50

Foto : Bupati Sumenep, Dr.H.Ahmad Fauzi Wongsojudo, S.H.,M.H. Saat Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Sekretariat DPRD Sumenep Ikuti Festival Kuliner Nusantara 2026, Hadirkan Mento Sekawan Angkat Kekayaan Kuliner Tradisional

11 Oktober 2026 - 09:18

Foto : Sekretariat DPRD Sumenep Ikuti Festival Kuliner Nusantara 2026, Hadirkan Mento Sekawan Angkat Kekayaan Kuliner Tradisional

20 Tahun Kasus Sengketa Tanah Desa Dungkek Sumenep Tak Kunjung Selesai, GMS dan Kuasa Hukum Desak Pemkab.Sumenep Bersikap Kooperatif

8 Oktober 2026 - 12:36

Foto : Kasus Sengketa Tanah Desa Dungkek kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur
Trending di Hukum & Kriminal

Sorry. No data so far.