SUMENEP, NETSATU.COM,- Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget mengeluarkan pengumuman resmi Nomor PG-KSOP.Klg 9 Tahun 2026 mengenai peringatan cuaca buruk di Perairan Kalianget dan sekitarnya.
Peringatan ini berlaku mulai tanggal 5 hingga 8 Juni 2026, berdasarkan data BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, kecepatan angin di perairan diprediksi meningkat hingga 34 knot dengan arah tiupan dari Timur hingga Tenggara.Kondisi tersebut memicu kenaikan tinggi gelombang laut yang berbahaya bagi aktivitas pelayaran.

Kepala Kantor KSOP, Azwar Anas, S.H., M.Hum., mengatakan pihak otoritas mengimbau tegas kepada seluruh pemilik, operator, dan nakhoda kapal khususnya kapal nelayan/tradisional, tongkang, serta kapal fiberglass untuk melakukan langkah pencegahan.
“Dihimbau kepada masyarakat sebaiknya menunda keberangkatan kapal hingga kondisi cuaca di laut kembali aman dan kondusif ” tegasnya.

Sementara itu dalam pantauan prakiraan cuaca secara ketat, terutama 2 jam sebelum berangkat dan selama berlayar, dalam memperbarui informasi cuaca setiap hari melalui portal resmi BMKG Maritim.
Untuk itu segera melapor ke Syahbandar terdekat atau kapal sekitar jika cuaca mendadak memburuk di tengah laut.

Wilayah Rawan Gelombang Tinggi di Jawa Timur (Data BMKG): meliputi Gelombang Sedang (1.25 – 2.5 Meter): Berpotensi terjadi di wilayah utara seperti Perairan Masalembo, Bawean, Tuban, Lamongan, Gresik, utara Madura, Sapudi, Kangean, dan Situbondo.

Sangat berisiko bagi perahu nelayan dan tongkang, gelombang Tinggi (2.5 – 4.0 Meter): Berpotensi terjadi di sepanjang pantai selatan Jawa Timur (Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi). Berisiko tinggi bagi perahu nelayan, tongkang, hingga kapal Ferry.
Masyarakat juga diminta selalu waspada terhadap kemunculan awan Cumulonimbus (Cb) yang gelap dan luas di langit, karena fenomena ini dapat meningkatkan kecepatan angin serta tinggi gelombang secara tiba-tiba.
( Red/ Dav )








