SUMENEP, NETSATU.COM,- Setelah beberapa hari transportasi laut tidak melakukan aktivitas, mandeg dikarenakan cuaca buruk yang melanda kurang lebih 7 sampai 10 hari, kini transportasi laut pelayaran dari arah Kalianget Sumenep Madura Jawa Timur menuju beberapa kepulauan kembali normal, hal ini terbukti adanya aktivitas kembali Kapal Sabuk Nusantara 51 dan Kapal Sabuk Nusantara 74 telah beroperasi secara maksimal dan lancar.
Dengan keberadaan Kapal Sabuk Nusantara 51 dan Kapal Sabuk Nusantara 74 Masyarakat Kepulauan tentu mengapresiasi kapal tersebut guna dijadikan kapal pilihan terbaik masyarakat Kepulauan Khususnya di daerah Kecamatan Kangean dan daerah Kecamatan Sapeken, selain membawa penumpang kedua Kapal tersebut membawa barang kebutuhan pokok (sembako) dan barang umum/peralatan non-prohibited (PNP).
Keberadaan Kapal tersebut dapat dirasakan langsung oleh (Agus-Ida) pasutri asal desa Kalikatak kecamatan Arjasa Kangean saat dikonfirmasi via selulernya, sembako yang telah dibeli di pasar Anom Sumenep sampai di rumah aman dan lancar.
“Alhamdulillah mas, kami hari kamis kemarin kulakan sembako di pasar Anom, cukup banyak hampir satu pik-up sekarang sudah sampai dirumah aman dan lancar” ucapnya,
Kapal KM Sabuk Nusantara 74 rute Kalianget – Kangean – Sapeken bersandar hari jumat (30-1-2026) sekitar pukul 09.00 WIB, di pelabuhan Batu Guluk Kecamatan Arjasa, dengan memastikan proses penurunan penumpang serta proses penurunan barang (bongkar muat barang).
Perlu diketahui, dalam proses bongkar muat barang tentu membutuhkan waktu yang agak lama, hal ini di sebabkan banyaknya bongkar muat barang yang harus diturunkan dari kapal ke daratan, sehingga proses pelayaran rute berikutnya tentu mengalami keterlambatan waktu.
Dengan kembali beroperasinya Sabuk Nusantara 51 dan Sabuk Nusantara 74, harapan masyarakat kepulauan menjadi perioritas utama sebab Pelayaran perintis ini bukan sekadar sarana transportasi saja melainkan urat nadi kehidupan yang menghubungkan, menghidupkan, dan menjaga keberlangsungan wilayah kepulauan dan daratan di kabupaten Sumenep.
( Red/Dav )








