SUMENEP, NETSATU.COM,- Pasokan Lpg 3 kg di kawasan Kecamatan Masalembu, mengalami kesulitan pasokan gas Lpg sehingga menyebabkan krisis nya keberadaan gas elpiji di kawasan kecamatan Masalembu Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, hal ini salah satu penyebab utamanya yakni akibat gangguan pengiriman karena kondisi cuaca buruk yang melanda.
Pemerintah kabupaten Sumenep melalui Camat Masalembu melakukan pemantauan serta pengawalan langsung dalam memastikan pasokan Lpg 3 kg tetap lancar untuk sampai di kecamatan Masalembu.
Sementara itu Camat Masalembu, Achmad Auzan Rahman,S.sos didampingi Kasubag kearsipan dan kepegawaian, Nurul Huda,S.H saat dijumpai di kantor KSOP Kalianget mengatakan dirinya beserta tim terus berupaya untuk menjaga kelancaran pasokan dan stabilitas harga Lpg 3 kg di wilayahnya, terutama untuk mengantisipasi kelangkaan.
“Kami terus berupaya untuk menjaga kelancaran pasokan dan stabilitas harga Lpg 3 kg, hanya akhir-akhir ini kondisi cuaca buruk sehingga terkendala di pengirimannya ” ucapnya, Rabu ( 28-01-2026 ).
Sejauh ini kabar yang tersiar di sejumlah desa di kecamatan Masalembu harga Lpg 3 kg melonjak drastis hingga kisaran Rp.100.000/Kg, hal ini akibat keberadaan Lpg yang dinilai langka di kawasan tersebut.
“Saya sudah komunikasikan dengan pak Kabag jika nanti ada agen atau apa yang menaikkan harga lebih tinggi dari HET maka akan ditindak tegas” Tegasnya.
Kemudian ia menambahkan kejadian saat ini bukanlah dari faktor keberadaan yang dinilai langka dari Lpg 3 kg tersebut akan tetapi penyebab utamanya adalah faktor kendala cuaca yang tidak mendukung.
“Kejadian saat ini bukanlah dari faktor keberadaan yang dinilai langka dari Lpg 3 kg tersebut akan tetapi penyebab utamanya adalah faktor kendala cuaca yang tidak mendukung” imbuhnya.
Diakhir wawancaranya ia menyampaikan bahwa hari Rabu tanggal 28 Januari 2026 sebanyak pasokan 5.000 tabung Lpg 3 kg sudah sampai di kecamatan Masalembu dan akan disebar di 4 Desa, dan dirinya menghimbau kepada seluruh warga Masalembu meminta untuk tetap tenang, tidak panik, dan bersabar karena pasokan sedang diupayakan kembali normal seiring membaiknya cuaca.
( Red/Dav )








