Menu

Mode Gelap

NEWS Netsatu.com · 30 Okt 2024

PT. Garam Sumenep Di Duga Kuat Korupsi : GM Aset Terkesan Tertutup Saat Audensi Dengan Pihak Forum Komunikasi Pemuda dan Masyarakat Karanganyar Pinggirpapas


					Foto Saat Audensi Forum Komunikasi Pemuda Dan Masyarakat Karang anyar Dan Pinggirpapas Dengan Pihak PT.Garam Kalianget Kabupaten Sumenep Perbesar

Foto Saat Audensi Forum Komunikasi Pemuda Dan Masyarakat Karang anyar Dan Pinggirpapas Dengan Pihak PT.Garam Kalianget Kabupaten Sumenep

 

SUMENEP, NETSATU.COM,- Persatuan Forum Komunikasi Pemuda dan Masyarakat Desa Karanganyar dan Pinggirpapas Kabupaten sumenep mengadakan Audensi dengan pihak PT.Garam terkait pengelolahan lahan, penanganan lingkungan, serta pendangkalan sungai di sekitar area produksi PT Garam yang dinilai kurang adanya keterbukaan serta kurangnya  perhatian, Selasa (30-10-2024).

Kedatangan mereka membawa 3 tuntutan dengan maksud meminta kejelasan dan jawaban secara transparansi dari pihak PT.Garam diantaranya :

1 Pengelolaan Lahan 17,5 Hektare untuk Dana Kemaslahatan Umat.

Salah satu tuntutan utama yang diajukan adalah transparansi dalam pengelolaan lahan seluas 17,5 hektare yang hasilnya dikatakan akan digunakan sebagai dana kemaslahatan umat. Namun, hingga kini, masyarakat mengeluhkan kurangnya transparansi terkait hasil dari pengelolaan lahan tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan dan ketidakjelasan di kalangan masyarakat, yang merasa bahwa dana yang diharapkan untuk kepentingan bersama belum terlihat hasilnya.

2. Penanganan Sampah di Area Produksi

Masalah lain yang diangkat adalah kondisi lingkungan di sekitar area produksi PT Garam yang berbatasan dengan Desa Karanganyar dan Desa Pinggirpapas. Warga setempat mengeluhkan banyaknya sampah yang berserakan di area tersebut tanpa ada tindakan konkret dari pihak perusahaan. Sampah-sampah tersebut tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

3. Pendangkalan Sungai yang Mengganggu Aktivitas Masyarakat.

Forum Komunikasi juga menyoroti pendangkalan sungai di area sekitar yang dianggap tidak mendapat respons memadai dari PT Garam. Pendangkalan ini dinilai mengganggu aktivitas masyarakat setempat, seperti kegiatan irigasi. Warga meminta adanya tindakan cepat untuk mengatasi masalah ini agar tidak semakin memburuk.

Dalam ketiga tuntutan tersebut yang paling disoroti permasalahan pengelolaan lahan 17, 5 hektar yang dianggap tidak transparansi atas pengelolaan lahan tersebut sehingga Forum Komunikasi Pemuda dan Masyarakat Karanganyar Pinggirpapas, menilai adanya korupsi ditubuh PT.Garam dengan pihak pengelola.

Dalam Audensi tersebut di gelar secara terbuka kurang lebih 3 Jam, dihadiri langsung oleh GM Aset PT Garam, Awiyanto, Kasi Aset Sasmito, dan Humas PT Garam, Miftah, Camat Kalianget beserta staff serta dari pihak keamanan baik dari Polsek Kalianget dan polres Sumenep serta sejumlah aktivis serta beberapa wartawan yang ikut dalam Audensi tersebut.

Ketua Forum Komunikasi Pemuda dan Masyarakat Karanganyar Pinggirpapas menyampaikan tuntutan mereka dengan detail, akan tetapi jawaban yang diberikan oleh pihak PT Garam dianggap tidak memuaskan. Awiyanto, selaku GM Aset PT Garam, mengaku bahwa dirinya “tidak tahu pasti” terkait lokasi spesifik lahan seluas 17,5 hektare tersebut, serta hasil yang seharusnya diperoleh dari pengelolaannya. Awiyanto menyebut bahwa ada petugas lain yang menangani lahan tersebut, tetapi data lengkap belum dipersiapkan dalam Audensi tersebut, Situasi seperti ini membuat perwakilan masyarakat pinggirpapas dan karang anyar merasa kecewa.

“Kami kecewa karena pihak PT Garam seolah mengelak dari tuntutan kami. Mengapa tidak dipersiapkan data-data yang lengkap sesuai dengan surat audiensi yang sudah kami layangkan, ?” ungkap salah satu peserta Audensi.

” Surat Audensi kami masuk 6 hari sebelumnya pak tanggal 23 Oktober 2024, Kok tidak ada persiapan sama sekali sudah ada jeda 6 hari ada apa PT. Garam ini” Sambung Herman.

Menanggapi hal ini, pihak PT Garam mengakui bahwa terdapat kekurangan dalam pengawasan dan transparansi mengenai pengelolahan lahan tersebut. Awiyanto juga menyampaikan bahwa produksi lahan tersebut ternyata sangat rendah, dengan rata-rata hasil panen per hektare hanya mencapai 15 ton garam per musim, jauh dari tolak ukur 150 ton per hektare yang didapatkan oleh para petani garam lokal. Ketimpangan hasil ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat, yang dinilai perlu adanya evaluasi lebih lanjut atas pengelolaan lahan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Kalianget, Hakiki, meminta PT Garam untuk serius menanggapi dan menyelesaikan tuntutan yang disampaikan oleh Forum Komunikasi Pemuda dan Masyarakat Karanganyar Pinggirpapas.

“PT Garam harus memperhatikan permasalahan ini dan segera melakukan langkah-langkah konkret agar tidak terjadi ketegangan yang lebih besar di masyarakat,” tegas Hakiki.

 

( Red/ Dav )

 

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Budi Jhon Ketua PAC PDI Perjuangan Batuan Sumenep Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H

26 Mei 2026 - 15:16

Foto : Hendra Budi Yanto Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Batuan Sumenep Madura Jawa Timur

Tanah, Batalyon, dan Aroma Politik Parpol.

26 Mei 2026 - 08:43

Foto : Fauzi As

Kalapas Batam Pimpin Razia Gabungan, APH dan Satopspatnal Sisir Kamar Hunian Warga Binaan

26 Mei 2026 - 06:22

Pemkab Sumenep Bakal Gelar Festival Karaoke Dangdut Madura Open” Bupati Cup 2026″ Dongkrak UMKM dan Wadah Pencari Bakat

26 Mei 2026 - 05:57

Foto : Festival Karaoke Dangdut Madura Open Bupati Sumenep Cup 2026

Pemkab Sumenep Gelar Festival Perempuan Pesisir, Dongkrak Peran Perempuan Pesisir Dalam Melestarikan Seni Budaya Tradisional 

26 Mei 2026 - 04:58

Foto : Kegiatan Festival Perempuan Pesisir di Pantai Slopeng Sumenep Madura Jawa Timur

Momentum Hardiknas 2026 ; Kadisdik Sumenep Tekankan Pentingnya Kolaborasi Dalam Mewujudkan Pendidikan Berkualitas dan Merata

22 Mei 2026 - 02:09

Foto : H.Mohammad Iksan, S.Pd.,M.T., Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Sumenep
Trending di NEWS Netsatu.com

Sorry. No data so far.