Menu ✖

Mode Gelap

NEWS Netsatu.com · 28 Nov 2025

Tak Hanya Soal Pungutan, Penyelenggaraan Diklat Sertifikasi Guru Kemenag Sumenep Dinilai Berpotensi Ciderai Dunia Pendidikan


					Foto : Siswa Terlihat Kocar kacir, Sedangkan Guru Melakukan Pelatihan Perbesar

Foto : Siswa Terlihat Kocar kacir, Sedangkan Guru Melakukan Pelatihan

SUMENEP, NETSATU.COM,-Penyelenggaraan Diklat dalam peningkatan kompetensi bagi guru bersertifikasi di Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura-Jawa timur, kembali menuai sorotan publik. Selain dugaan adanya pungutan liar berbayar yang dianggap tidak sesuai dengan ketentuan pelatihan bagi guru dan dosen, fakta lain di lapangan dinilai lebih mencengangkan dan memicu kekhawatiran masyarakat.

Menurut informasi yang beredar, kegiatan Diklat yang diikuti guru RA, MI, hingga ASN tersebut berlangsung selama lima hari (3 Hari di Bulan April dan 2 Hari lainnya di bulan November 2025) dan diduga dilaksanakan pada jam pelajaran aktif.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai keberlangsungan kegiatan belajar mengajar, terutama disebabkan sejumlah guru meninggalkan kelas di saat siswa-siswi sedang membutuhkan pendampingan pembelajaran.

Publik Pertanyakan Keberlangsungan Pembelajaran

Sejumlah orang tua dan pemerhati pendidikan mempertanyakan langkah tersebut, mereka menilai bahwa pelatihan yang berlangsung pada jam mengajar berpotensi mengganggu hak siswa dalam memperoleh pendidikan yang maksimal.

“Kalau guru mengikuti pelatihan pada jam aktif, siapa yang membimbing anak-anak? Pendidikan justru bisa terganggu,” ujar salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya.

Situasi ini disebut sebagai potret buram dunia pendidikan di wilayah tersebut, terlebih dengan alasan pelatihan yang seharusnya dapat dijadwalkan tanpa mengorbankan kewajiban guru mengajar.

Respons Kemenag Kabupaten Sumenep Menuai Tanda Tanya

Ketika awak media berupaya melakukan klarifikasi kepada pihak Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, respons yang diberikan dinilai belum memberikan jawaban yang memadai. Berdasarkan keterangan wartawan di lapangan, beberapa kali upaya konfirmasi justru tidak membuahkan hasil yang jelas.

“Langsung ke Kasi Pendma Mas, saya terburu-buru ada acara diluar,” singkat Abdul Wasid Kepala Kemenag Sumenep kepada awak media beberapa hari yang lalu.

Padahal, sejumlah awak media menunggunya bukan dengan waktu yang dekat, malah sebaliknya. Sikap ini turut menambah tanda tanya publik terkait koordinasi dan pengawasan terhadap kegiatan Diklat yang berlangsung.

Kontras dengan Peringatan Hari Pendidikan Nasional

Ironisnya, polemik ini muncul di tengah euforia peringatan Hari Pendidikan Nasional (HPN) yang dalam beberapa hari terakhir disemarakkan oleh berbagai lembaga pendidikan. Alih-alih menunjukkan komitmen peningkatan mutu pendidikan, situasi di Kecamatan Lenteng Sumenep justru dinilai bobrok karena sebagian pihak beranggapan sebagai bentuk kemunduran.

Kekhawatiran publik muncul karena guru sebagai tenaga pendidik memiliki peran utama dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di kelas. Ketidak hadiran mereka pada jam pelajaran aktif dengan alasan ada pelatihan dianggap dapat mengurangi efektivitas pembelajaran, serta dapat menciptakan situasi yang kurang baik di masa mendatang.

Harapan Publik: Evaluasi Menyeluruh dan Transparansi

Warga berharap ada evaluasi menyeluruh terkait penyelenggaraan Diklat ini, baik dari segi waktu pelaksanaan, prosedur administrasi, maupun mekanisme perizinan. Transparansi dalam kegiatan pelatihan guru dinilai penting agar tidak menimbulkan mispersepsi dan tetap menjaga integritas dunia pendidikan.

Selain itu, masyarakat berharap kegiatan pelatihan ke depan dapat dirancang lebih efektif, tidak mengorbankan jam pelajaran, dan tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku.

( Red/Dav )

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Bupati Sumenep Pimpin Pelepasan Ribuan Peserta Jalan Sehat Politik Di Taman Adipura Sumenep

5 November 2026 - 18:06

Foto : DR.H.Ahmad Fauzi Wongsojudo,S.H.,M.H.Saat Sambutannya Sebelum Jalan Sehat Politik Dilepas

Bupati Sumenep Dukung Penuh Media Expo 2026, Dongkrak UMKM Serta Lestarikan Budaya Lokal

4 November 2026 - 06:37

Foto : Ahmad Fauzi Wongsojudo, S.H.,M.H. Bupati Sumenep

Kepala Diskominfo Sumenep Hadiri Pembukaan Media Expo 2026 

4 November 2026 - 02:32

Foto : Indra Wahyudi, S.Sos., Kepala Diskominfo sumenep Hadiri Pembukaan Media Expo2026 Di Lapangan GOR A Yani sumenep

Anak Dibawah Umur Dikeroyok Sejumlah Warga, Para Pelaku Diduga Tetangga Korban

22 Oktober 2026 - 08:37

Foto : ARR Korban Dugaan Kasus Penganiayaan

Hari Santri Nasional 2026: Wabup Sumenep Tegaskan Pentingnya Musabaqah Qira’atil Kutub Dalam Kehidupan Sehari-hari 

21 Oktober 2026 - 17:17

Foto : Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim S.H.,M.H.Saat Sambutan di Acara Pembukaan MQK di Aula MAN Sumenep

Jawa Timur Dorong PSEL Surabaya, Sampah Disiapkan Jadi Sumber Energi Listrik

16 Oktober 2026 - 01:54

Foto : Kepala DLH Jawa Timur, Dr. Nurkholis, S.Sos., M.Si., saat diwawancarai langsung di Hotel Excotel Surabaya
Trending di NEWS Netsatu.com

Sorry. No data so far.