Menu

Mode Gelap

Hukum & Kriminal · 18 Sep 2025

Kepala Puskesmas Pamolokan Dinilai Tak Layak Jadi Pemimpin


					Foto : drg. Novia Sri Wahyuni, M.Kes Kepala Puskesmas Pamolokan Sumenep Madura Perbesar

Foto : drg. Novia Sri Wahyuni, M.Kes Kepala Puskesmas Pamolokan Sumenep Madura

SUMENEP, NETSATU.COM,- Puskesmas merupakan pusat kesehatan masyarakat sebagai sebuah fasilitas pelayanan kesehatan utama yang bertujuan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat, akan tetapi keberadaan.puskesmas tersebut justru di jadikan sebagai praktik pungutan liar berkedok jasa parkir saat Festival Kerapan Sapi berlangsung Minggu 14 September 2025 kemarin.

Tarif parkir yang dipungut sebesar 5.000 tiap satu unit kendaraan motor, petugas parkir tersebut hanya mengeluarkan selembar kertas putih kosong yang tidak ber atribut resmi, kemudian petugas mencatat nomer kendaraan tiap orang yang melakukan parkir, kemudian kertas putih kosong yang hanya berisi tulisan angka Plat nomor kendaraan dikasihkan ke tiap orang yang melakukan parkir.

Hal ini tentu publik menilai bahwa aksi petugas parkir puskesmas Pamolokan dinilai liar tidak ada ijin resmi, akan tetapi kepala puskesmas dr.novi dengan tenangnya mengatakan jika melarang parkir dihalaman puskesmas dirinya takut dinilai jahat oleh bawahannya.

” Saya tahu mas, sekali lagi masak saya mau dibilang jahat saya baru Datang umur satu tahun, hey parkir stop duu jahatnya itu dr.novi gimana coba ” katanya.

Pernyataan kepala puskesmas ini justru memantik penilaian miring, seorang pimpinan justru harus menjunjung tinggi aturan hukum yang berlaku di negara ini, sudah jelas bahwa parkir liar tersebut suatu bentuk tindakan ilegal dan dapat dikenai sangsi hukum, pelaku bisa dijerat pasal 368 KUHP.

Pasal 368 KUHP berbunyi ” Parkir liar yang dilakukan dengan cara memaksa, mengancam, atau “meminta” uang parkir tanpa izin dapat dikategorikan sebagai pemerasan yang melanggar Pasal 368 KUHP, dengan ancaman pidana penjara hingga sembilan tahun”.

Tindakan meminta uang parkir secara ilegal dan tanpa hak merupakan pungutan liar yang dapat dijerat sanksi sesuai peraturan yang berlaku, bahkan bisa masuk dalam kategori tindakan korupsi.

Sementara itu, redaksi mencoba untuk menemui Kepala Dinas kesehatan kabupaten Sumenep drg. Ellya Fardasah, M.Kes. akan tetapi tidak ada ditempat kerjanya, kemudian mencoba untuk menghubungi ponsel pribadinya tidak ada respon baiknya, baik via telepon maupun via message.

Perlu diketahui bahwa keberadaan puskesmas tersebut berada di desa Pamolokan kecamatan kota Sumenep, Madura, Jawa Timur.

 

( Red/Dav )

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Delay 7,5 Jam Super Air Jet di Bandara Dhoho Kediri Berujung Polemik: Penumpang Rekam Kondisi Justru Dituduh Provokator?

19 Agustus 2026 - 02:13

Foto : Delay 7,5 Jam Super Air Jet di Bandara Dhoho Kediri Berujung Polemik: Penumpang Rekam Kondisi Justru Dituduh Provokator

Pimpinan Redaksi Media Netsatu Apresiasi Penuh Pelayanan RSUD dr.H.Moh.Anwar Sumenep

18 Agustus 2026 - 06:27

Foto : kiri Direktur RSUD Sumenep, dr.Hj.Erlyati, M.Kes., Kanan Pimpinan Redaksi Media Netsatu.com. Dafid Jauzi, S.Pd.I

Momentum HUT RI Ke-81, Direktur RSUD dr.H.Moh.Anwar Sumenep; Nilai Perjuangan Pahlawan Diwujudkan Dengan Pengabdian Tulus dan Kerja Nyata Serta Berikan Manfaat Kepada Masyarakat 

18 Agustus 2026 - 06:12

Meriah! Begini Aksi Santri Ponpes Wali Barokah Kota Kediri Rayakan HUT ke-81 RI

18 Agustus 2026 - 04:56

Foto : Suasana HUT RI ke-81 Di Ponpes Barokah LDII kota Kediri Jawa Timur

Rayakan HUT RI Ke-81: RSUD dr.H.Moh.Anwar Sumenep Ikuti Lomba Dangdut Agustusan Antar Instansi Dihalaman Kantor Bupati

18 Agustus 2026 - 03:58

Dharma Wanita Persatuan RSUD dr.H.Moh.Anwar Sumenep Raih Prestasi Ajang Lomba Lagu Daerah Nusantara

18 Agustus 2026 - 03:19

Trending di Kesehatan

Sorry. No data so far.