Menu

Mode Gelap

NEWS Netsatu.com · 12 Apr 2025

Skandal Program RTLH, Pemdes Juluk Kec.Saronggi Kab.Sumenep Diduga Nepotisme?


					Foto : Gambar ilustrasi dugaan nepotisme di pemerintahan desa Perbesar

Foto : Gambar ilustrasi dugaan nepotisme di pemerintahan desa

SUMENEP, NETSATU.COM, – Pemerintah Desa Juluk, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diduga kuat melakukan tindakan nepotisme dalam penyaluran bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dikucurkan oleh pemerintah pusat melalui pemerintah daerah.

Dugaan ini mencuat setelah ditemukannya pasangan suami istri lansia, Sadimin dan Hanna, yang hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan di Dusun Polay, Desa Juluk. Keduanya tinggal di sebuah gubuk reyot berdinding gedek bambu tanpa atap yang layak. Rumah yang mereka tempati hanya berukuran sekitar 5 meter persegi tanpa kamar mandi, hanya menggunakan tumpukan batu bata sebagai tempat mandi.

Foto : Foto Tempat Mandi Pak Sadimin Dan Ibu Hanna warga Desa Juluk kecamatan Saronggi kabupaten Sumenep

Foto : Foto Tempat Mandi Pak Sadimin Dan Ibu Hanna warga Desa Juluk kecamatan Saronggi kabupaten Sumenep

Ironisnya, rumah tersebut terletak di kawasan dengan akses infrastruktur memadai, seperti jalan lebar dan beraspal. Kontras antara kondisi lingkungan dan tempat tinggal pasutri tersebut menyoroti ketimpangan distribusi bantuan sosial di desa tersebut.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Desa Juluk, Atmoyo, menyampaikan klarifikasi melalui sambungan telepon. Ia mengaku bahwa pihak pemerintah desa telah beberapa kali mendatangi rumah Sadimin, namun menurutnya, bantuan ditolak oleh pihak keluarga.

“Sudah kami datangi, tapi pihaknya tidak setuju,” ujar Atmoyo.

Atmoyo juga menambahkan bahwa pihak desa pernah menawarkan bantuan berupa uang senilai Rp10.000.000 untuk renovasi rumah, namun ditolak oleh anak Sadimin karena tidak memiliki dana tambahan untuk menyelesaikan pembangunan.

“Anaknya menolak karena tidak punya tambahan uang untuk menyelesaikan renovasi,” katanya.

Namun, pernyataan tersebut dibantah langsung oleh putra Sadimin. Saat diwawancarai tim redaksi NETSATU.COM, ia menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah menolak bantuan tersebut. Ia hanya keberatan dengan skema bantuan yang dirasa tidak masuk akal.

“Saya tidak menolak uang Rp10 juta itu, tapi bantuan itu berupa barang, dan katanya sehari dua hari bangunan harus selesai. Dari mana saya bisa dapat uang tambahan dalam waktu sesingkat itu, apalagi saya sendiri juga sedang merenovasi rumah,” ungkapnya.

Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat bahwa pemerintah desa telah melakukan praktik nepotisme. Hal ini diperkuat oleh informasi dari warga sekitar yang menyebutkan bahwa sejumlah penerima bantuan RTLH justru berasal dari lingkungan dekat pemerintah desa.

Dugaan skandal ini menambah panjang catatan persoalan transparansi dan akuntabilitas dalam distribusi bantuan sosial di tingkat desa. Masyarakat pun mendesak agar Pemerintah Kabupaten Sumenep dan pihak terkait segera melakukan evaluasi serta investigasi atas program RTLH yang diduga tidak tepat sasaran.

 

(Red/Dav)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kapolda Jatim Mendadak Tidak Ada Dilokasi Saat Hendak Konferensi Pers Temuan Kokain 27,83Kg, Jurnalis Sumenep Independen Minta Transparansi Publik

16 April 2026 - 05:36

Igusty Madani Ketua Jurnalis Sumenep Independen Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur

Halal Bihalal PKDI Sumenep Ciptakan Sinergi dan Keharmonisan Ukhuwah islamiah

7 April 2026 - 04:38

Foto : Halal Bihalal PKDI Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur

Memalukan ! Sejumlah Petugas Dapur MBG Cendikia Waskita Kangayan Sumenep Viral Hamburkan Uang

6 April 2026 - 14:09

Foto : Aksi Sejumlah Petugas Dapur MBG Cendikia Waskita Kangayan Dalam Aksi Menghambur-hamburkan Uang Sambil Karaokean

Dinkes P2KB Sumenep Laksanakan Kegiatan Supervisi Fasilitatif Pembudayaan Hidup Sehat dan Edukasi Hidup Sehat di Dua Lokasi

6 April 2026 - 06:47

Foto : Dinkes P2KB Sumenep Laksanakan Kegiatan Supervisi Fasilitatif Pembudayaan Hidup Sehat dan Edukasi Hidup Sehat di Dua Lokasi

Patut Dibanggakan, UPTD Pasar Anom Sumenep Gerak Cepat Tangani Tumpukan Sampah

31 Maret 2026 - 14:12

Foto : H.Tolak Ibnu Hajar Kepala UPTD Pasar Anom dan Foto Petugas kebersihan Saat Membersihkan Tumpukan Sampah

Ketua Karang Taruna Kabupaten Sumenep Sampaikan Ucapan Selamat Idul Fitri. 

21 Maret 2026 - 13:44

Foto : Nurahmat, S.H. Ketua Karang Taruna Kabupaten Sumenep
Trending di NEWS Netsatu.com

Sorry. No data so far.