SUMENEP, NETSATU.COM,- Salah satu calon pasien inisial MM datang ke puskesmas Pandian Sumenep Madura Jawa Timur yang hendak melakukan pengobatan, datang ke Tempat Loket Pelayanan Puskesmas tersebut untuk niat mendaftarkan dirinya, akan tetapi anehnya tempat yang seharusnya digunakan sebagai tempat melayani pasien seketika suasana berubah digunakan tempat santai dan arena main anak-anak.
Seperti yang terlihat di vidio yang beredar dengan durasi 14 detik terlihat laki-laki dengan menggunakan kaos kuning celana panjang yang asik menikmati handphone nya dengan menggunakan headset dikedua telinga dan kaki bergoyang di atas meja kerjanya, serta terlihat ada dua anak kecil yang lagi asik main komputer yang biasa digunakan untuk melayani pasien.
Menurut inisial MM yang merupakan salah satu calon pasien waktu itu pada hari Jumat ,(14-11-2025) sekira pukul 10.45 wib, niat berkeinginan dirinya untuk daftar berobat akan tetapi suasana loket pelayanan Puskesmas berubah tempat asik nyantai bermain.
“Saya niat untuk berobat di Puskesmas Pandian itu, pas saya menghampiri tempat loket pelayanan untuk daftar, saya liat ada petugas kaos kuning lagi asik menikmati handphone nya dan kakinya di letakkan diatas meja kerjanya, trus di tempat komputer pelayanan itu ada anak kecil 2 lagi main komputer ” ucapnya, Selasa (18-11-2025).
Sementara itu kepala puskesmas saat dijumpai mengatakan dirinya membantah tentang adanya anak 2 yang lagi asik main komputer.
“Bukan main, maaf ya pak kita itu disini banyak kerjaan kalau komputer itu kami ngak nge-game, kami nge entri pasien, nge entri CKG dan lain-lain ” tegasnya.
Dengan demikian tentu publik bertanya-tanya atas bantahan kepala puskesmas dr. Fatimatul insaniyah selaku pimpinan hendaknya bersikap professional, bijak, adil dan transparan tidak berpihak kepada siapapun, hal ini tentu publik menilai terkesan melindungi bawahan nya yang salah,
Dalam hal ini puskesmas Pandian Sumenep dinilai kurangnya edukasi pemahaman antara atasan dan bawahan, terbukti seorang bawahan sudah jelas melakukan perbuatan yang tidak ber etika justru terkesan dilindungi, bukannya menyadari kesalahannya akan tetapi mencoba melindungi bawahannya dengan berbagai alasan.
Perlu diketahui bahwa puskesmas tersebut merupakan pusat pelayanan kesehatan di garda terdepan, jadi sangat tidak layak terkesan congkak tak ber moral meja yang seharusnya digunakan untuk meletakkan kedua tangan justru ditempati kedua kakinya dan komputer yang biasa di gunakan saat menerima pasien digunakan anak bermain.
( Redaksi)








