SUMENEP, NETSATU.COM,- Kantor kesahbandaran dan otoritas pelabuhan (KSOP) Kalianget resmi mengeluarkan surat edaran penundaan keberangkatan seluruh kapal dari pelabuhan Kalianget menuju seluruh rute pelayaran kapal, hal ini bertujuan untuk keselamatan pelayaran kapal dan mencegah risiko kecelakaan laut.
Surat edaran tersebut resmi dikeluarkan sejak tanggal 13 Januari 2026 yang lalu oleh kantor kesahbandaran dan otoritas pelabuhan Kalianget, kebijakan ini berlaku sejak tanggal 12 Januari 2026 hingga tanggal 18 Januari 2026.
Mengingat cuaca buruk di perairan Kalianget dan sekitarnya, kepala KSOP Kalianget Azwar Anas, S.H., M.hum mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan langsung oleh BMKG Maritim Surabaya, mengingat seluruh rute pelayaran, baik menuju Kepulauan Kangean, Sapeken, Masalembu, maupun lintasan Kalianget–Jangkar (Situbondo), sementara dihentikan.

“Penundaan ini murni untuk keselamatan. Berdasarkan informasi BMKG, kondisi cuaca belum memungkinkan untuk pelayaran aman,” ujar Azwar Anas, saat dikonfirmasi oleh media ini lewat via whatsapp-nya pada Kamis (15/01/2026).
Kemudian Ia mengungkapkan, tinggi gelombang laut di sejumlah perairan diperkirakan mencapai 1 hingga 2.5 meter, disertai kecepatan angin hingga 30 knot. Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan kapal, penumpang, maupun awak kapal.
Meski pemberangkatan ditunda, pihak KSOP memastikan kondisi calon penumpang tetap terpantau. Saat ini, skurang lebih 80 calon penumpang masih bertahan di beberapa lokasi, mulai dari rumah keluarga, terminal penumpang, hingga penginapan di sekitar Pelabuhan Kalianget.
“Untuk kebutuhan konsumsi, Pemkab Sumenep melalui Dinas Sosial memberikan bantuan makan tiga kali sehari kepada para calon penumpang,” jelas Anas.
Ia menambahkan, dalam pekan terakhir tidak ada keberangkatan kapal reguler. Namun, pada akhir pekan lalu, sempat diberangkatkan beberapa kapal secara terbatas ke arah Kangean, Sapeken, dan lintasan Kalianget–Jangkar, sebelum cuaca kembali memburuk.
KSOP Kalianget juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, agar tidak memaksakan aktivitas di laut selama kondisi cuaca masih belum bersahabat.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami harap masyarakat memahami dan mematuhi kebijakan ini,” tegasnya.
Sementara itu, redaksi Netsatu menjumpai salah satu staf pelayanan operasional bagian BPTD, Hayatur Rahman mengatakan bahwa benar, informasi yang diterima dari KSOP untuk aktivitas pelayaran dihentikan sejak tanggal 12 hingga 18 Januari 2026.
“Bener pak, informasi yang kami terima dari KSOP untuk tidak melakukan aktivitas pelayaran dari tanggal 12 hingga 18 Januari 2026 “ungkapnya.

“Akan tetapi kami masih menunggu informasi selanjutnya takut ada perubahan jadwal keberangkatan kapal” tutupnya.
Hasil pantauan tim redaksi Netsatu di Pelabuhan Kalianget menunjukkan antrian sejumlah truk dan mobil boks bermuatan besar masih berjajar panjang di area pelabuhan. Sejumlah calon penumpang juga terlihat menunggu di terminal maupun di sekitar pelabuhan, sembari berharap cuaca segera membaik agar pelayaran kembali dibuka.
Penundaan ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan pelayaran tidak bisa ditawar, terutama di tengah cuaca ekstrem yang berpotensi buruk sehingga menuai ancaman jiwa.
( Dvd/Red )








