SUMENEP, NETSATU COM.- Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H.Moh.Anwar Kabupaten Sumenep dr.Hj.Erliyati, M.Kes., menegaskan bahwa dalam proses rekrutmen pegawai BLUD Non-ASN memastikan seluruh tahapan seleksi berlangsung transparan, objektif, dan bebas dari praktik penyimpangan yang berbau ketidak jujuran.
Untuk itu, pihak RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep memperkuat pengawasan dalam proses rekrutmen pegawai BLUD non-ASN Tahun 2026 tersebut dengan melibatkan berbagai pihak eksternal, mulai dari Aparat Penegak Hukum (APH), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga insan pers.
dr.Erlyati mengatakan bahwa keterlibatan unsur eksternal ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam menjaga integritas dan transparansi proses seleksi.
“Keterlibatan berbagai unsur eksternal ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam menjaga integritas dan transparansi proses seleksi,” katanya Rabu, (11-06-2026).
Selain pengawasan terbuka, panitia juga menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN). Melalui sistem ini, seluruh proses ujian dilakukan secara digital dan hasil peserta dapat diketahui secara langsung setelah ujian selesai.
Menurutnya, mekanisme tersebut menutup peluang manipulasi nilai karena hasil ujian ditampilkan secara real time berdasarkan jawaban yang dikerjakan peserta.
“Setelah melakukan ujian, nilai peserta langsung muncul dilayar komputer, jadi cara ini tidak ada ruang untuk manipulasi hasil dari pihak siapapun itu ” imbuhnya.
Melalui seleksi yang transparan dan profesional, RSUDMA menargetkan memperoleh sumber daya manusia yang kompeten untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Dalam tahapan rekrutmen BLUD non-ASN tersebut, RSUD dr.H. Moh.Anwar Sumenep membuka 14 formasi jabatan. Dalam formasi tersebut mencakup tenaga kesehatan dan tenaga pendukung, mulai dari dokter umum, perawat, apoteker, fisioterapis, radiografer, hingga Sarjana Administrasi Rumah Sakit.
( Red/Dav )








