SUMENEP, NETSATU COM.– Festival sapi sonok merupakan salah satu warisan budaya leluhur yang harus di lestarikan, sebab Sapi Sonok merupakan salah satu warisan budaya khas madura yang melestarikan sapi madura unggul, menjaga tradisi dan identitas budaya lokal, meningkatkan ekonomi serta daya tarik wisata, dan mempererat hubungan sosial masyarakat.
Kegitan ini merupakan salah satu serangkaian Calender Of Event Kabupaten Sumenep yang berlangsung di Stadion A.Yani Pangligur Kecamatan Kota Sumenep Madura Jawa Timur yang diikuti sebanyak 30 pasang kontestan sapi sonok sekabupaten Sumenep.
Acara berlangsung meriah yang dipadati ratusan pendukung tiap tim kontestan sapi sonok, diiringi hiburan karawitan Putri Family Sumenep yang menghadirkan Sinden ternama Susmiati dan sederetan jajaran sinden putri Family.
Berbeda dengan karapan sapi yang mengadu kecepatan, akan tetapi kontes Sapi Sono’ ini menilai keindahan berjalan, di hiasi aksesori yang dipakai pasangan sapi, serta keserasian pasangan sapi saat mencapai garis finis.
Sementara itu Kepala Disbudporapar Sumenep Faruq Hanafi, S.Sos., M.Si., mengatakan Melalui festival ini, warisan tradisi dan adat istiadat Madura tetap hidup dan dilestarikan untuk generasi mendatang,
“Melalui festival ini, warisan tradisi dan adat istiadat Madura tetap hidup dan dilestarikan untuk generasi mendatang,” katanya.
Selain itu, festival ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pariwisata dan perekonomian setempat.
“Pariwisata yang dihasilkan akan memberikan pendapatan bagi masyarakat setempat dan mendukung kegiatan ekonomi lokal,” imbuh Faruq.








