SUMENEP, NETSATU.COM,- Dugaan skandal Diklat guru bersertifikasi yang digelar oleh KKM Kelompok Kerja Kepala (KKM) Madrasah Ibtidaiyah bersama para pengawas madrasah pada Kamis dan Sabtu, 20 dan 22 November 2025, yang bertempat di Yayasan Tanwirul Hija, Desa Cangkreng. Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep-Madura-Jawa Timur, dibawah naungan Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep semakin kuat dugaan praktik pungli yang berkedok Diklat guru bersertifikasi.
Wartawan Netsatu mencoba datangi kantor Kemenag Sumenep, saat hendak menemui Kepala Kemenag Sumenep Abdul Wasid, seorang staff di ruangannya menyebut bahwa Kepala Kemenag Sumenep tidak ada di kantor, dinas diluar.
Dalam hal ini tentu beranggapan kuat dugaan keterlibatan dirinya menghindar saat hendak dimintai keterangan sebab, lucunya di papan nama, Kepala Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, terpampang ADA, serta mobil dinas yang biasa digunakan kepala Kemenag juga ADA terlihat parkir rapi depan kantornya menghadap ke timur, Celakanya saat disinggung kepada staf tersebut mengenai papan nama tiba-tiba posisi papan nama langsung diganti secara spontanitas.
‘ oh maaf pak, papan nama itu belum dirubah” ujarnya dengan wajah panik.
Sontak, staf yang ada diruang kepala Kemenag tersebut mendadak merubah papan nama.
Di saat bersamaan Redaksi media Netsatu.com mencoba untuk menjumpai Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Edy Hariyanto, petugas staf dengan paniknya melarang langsung menemuinya harus melalui petugas staf husus.
” Maaf mas, kalau mau menemui Kasi Pendma, silahkan tunggu di PTSP ” ucapnya Kepada wartawan Netsatu.com
Saat itu, Wartawan Netsatu mencoba menunggu diruang PTSP kurang Lebih hampir setengah jam, tak lama kemudian petugas staff menghampiri mengatakan bahwa Kasi Pendma juga tidak ada di tempat kerjanya, padahal hal serupa dipapan nama, posisi Kasi Pendma ADA.
” Maaf mas, pak kasi pendma juga tidak ada ditempat” ujarnya singkat.
Dengan demikian, semakin menguatkan dugaan keterlibatan dalam skandal praktik pungli Guru Sertifikasi di tubuh Kemenag Sumenep, yang dijadikan ajang bisnis mencari cuan berkedok pelatihan, beberapa kali untuk niat dijumpai kedua pejabat publik ini sering disebut tidak ada ditempat kerjanya.
Di beritakan sebelumnya, bahwa wartawan Netsatu.com bertemu langsung dengan kepala Kemenag, Abdul Wasid beberapa hari yang lalu akan tetapi, saat dirinya dijumpai menghindar dengan alasan terburu-buru ada acara diluar, parahnya dilempar untuk menemui Kasi Pendma Kemenag Sumenep.
( Red/Dav )








