Menu ✖

Mode Gelap

Hukum & Kriminal · 11 Nov 2025

Ketua BPW PAI Aceh,Desak Kementrian ATR/BPM Tetapkan Tanah Terlantar Eks HGU Di Nagan Raya.


					Ketua BPW PAI Aceh,Desak Kementrian ATR/BPM Tetapkan Tanah Terlantar Eks HGU Di Nagan Raya. Perbesar

Nagan Raya Aceh, Netsatu.com, – Badan Pimpinan Wilayah (BPW) Perkumpulan Advocaten Indonesia(PAI) provinsi Aceh Teuku Ridwan,SH meminta kepada pemerintah melalui kementerian Agraria Tata Ruang(ATR)dan Badan Pertanahan Nasional(BPN)agar menetapkan tanah terlantar untuk eks HGU dan HGU yang tidak produktif, hal ini untuk mencegah terjadinya konflik agraria di Kabupaten Nagan Raya. “Hari ini kami melihat banyak sekali kasus antara masyarakat dengan eks HGU dan juga antara masyarakat dengan pemilik HGU yang terbengkalai puluhan tahun,untuk itu perlu turun tangan pemerintah guna menghindari konflik berkepanjangan”. Ujar T.Ridwan.untuk saat ini beberapa perusahaan telah habis masa izin HGU nya seperti PT.Usaha Semesta Jaya(USJ)yang berlokasi di kecamatan Suka Makmue dan Seunagan dengan lahan lebih kurang 1.600 hektar, dan PT Ambiya Putra berlokasi di kecamatan Kuala pesisir dengan luas 101 Hektar, sementara itu ada beberapa perusahaan perkebunan sawit yang tidak lagi aktif beberapa tahun dan hampir habis izin HGU nya seperti PT.GSM yang berlokasi di kecamatan Darul Makmur dan Tripa Makmur.tambah T.Ridwan.Sang pengacara ini juga memaparkan begitu banyak kasus yang terjadi dilapangan bahkan sampai berujung keranah hukum, akibat dari ketidak jelasan status tanah tersebut. “Banyak warga masyarakat menggarap lahan yang masih hutan belantara dan ditanami kelapa sawit namun akhirnya diklaim masuk ke HGU perusahaan tertentu, padahal perusahaan tersebut tidak pernah mengerjakan lahan tersebut sejak memiliki izin HGU”.imbuhnya.Padahal sesuai aturan yang ada 2 tahun sejak dikeluarkannya izin HGU perusahaan tersebut wajib mengerjakan lahannya.sebagaimana diatur didalam UU nomor 5 tahun 1960 tentang Pokok Agraria dan juga Peraturan Pemerintah(PP) Nomor 18 tahun 2021 serta beberapa peraturan menteri ATR dan BPN.Lebih Lanjut Ridwan mengharapkan pemerintah segera mengambil sikap untuk menetapkan tanah tersebut sebagai tanah terlantar dan nantinya dilakukan redistribusi kepada masyarakat sesuai dengan aturan yang ada guna menghindari permainan mafia tanah yang mencari cara agar tanah bekas HGU menjadi milik pribadi.

( Muhibbul )

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Jawa Timur Dorong PSEL Surabaya, Sampah Disiapkan Jadi Sumber Energi Listrik

16 Oktober 2026 - 01:54

Foto : Kepala DLH Jawa Timur, Dr. Nurkholis, S.Sos., M.Si., saat diwawancarai langsung di Hotel Excotel Surabaya

Diskominfo Jatim Perkuat Program Perisai Anak, Dorong Ruang Digital Aman bagi Pelajar

15 Oktober 2026 - 09:07

Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa 2026 : Kabupaten Sumenep Raih Prestasi Gemilang Juara 1 Pada Tiga Kategori 

13 Oktober 2026 - 01:27

Foto : Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa 2026 : Kabupaten Sumenep Raih Prestasi Gemilang Juara 1 Pada Tiga Kategori

Momentum Hari Kesaktian Pancasila: Bupati Sumenep Tegaskan Perkuat Komitmen Nilai-nilai Pancasila 

13 Oktober 2026 - 00:50

Foto : Bupati Sumenep, Dr.H.Ahmad Fauzi Wongsojudo, S.H.,M.H. Saat Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Sekretariat DPRD Sumenep Ikuti Festival Kuliner Nusantara 2026, Hadirkan Mento Sekawan Angkat Kekayaan Kuliner Tradisional

11 Oktober 2026 - 09:18

Foto : Sekretariat DPRD Sumenep Ikuti Festival Kuliner Nusantara 2026, Hadirkan Mento Sekawan Angkat Kekayaan Kuliner Tradisional

GMS dan Tim Kuasa Hukum Imam Fadli Audiensi Dengan Pemkab Sumenep, Soroti Penggunaan DAU Tanah Dungkek Yang Diduga Fiktif  

8 Oktober 2026 - 13:53

Foto : Saat Audiensi GMS, Kuasa Hukum Imam Fadli dan Pemkab.Sumenep di Ruang Asisten III Setda Kab.Sumenep
Trending di Hukum & Kriminal

Sorry. No data so far.