Menu ✖

Mode Gelap

Hukum & Kriminal · 6 Agu 2025

Kinerja Polres Jember Dinilai Tebang Pilih, Aktivis Sumenep Angkat Bicara


					Foto : Ahmad Amin Rifa'i, S.Sos. Aktivis Asal Sumenep Perbesar

Foto : Ahmad Amin Rifa'i, S.Sos. Aktivis Asal Sumenep

JEMBER, NETSATU.COM,- Ahmad Amin Rifa’i, merupakan salah satu aktivis Sumenep yang selalu memperjuangkan hak asasi manusia serta membela kebenaran asal Sumenep. Ia menyayangkan perlakuan diskriminatif yang diterima oleh kaum difabel, yang justru terjadi di lembaga penegak hukum yang seharusnya memberikan perlindungan dan pelayanan yang setara kepada seluruh warga negara.

Kejadian memalukan diduga terjadi di lingkungan Polres Jember, Jawa Timur. Seorang warga penyandang disabilitas yang ingin membuat laporan kepolisian justru tidak dilayani sebagaimana mestinya. Peristiwa itu memantik kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan aktivis di Kabupaten Sumenep.

“Ini mencoreng wajah institusi Polri. Difabel itu warga negara yang punya hak yang sama. Kalau laporan mereka diabaikan, lalu di mana keadilan? Saya mendesak Kapolri agar menindak tegas oknum Polres Jember yang diduga mengabaikan laporan kaum difabel ini,” ujar Amin Rifa’i, Rabu (6/8/2025).

Menurut informasi yang beredar, peristiwa ini terjadi saat seorang penyandang disabilitas mendatangi Polres Jember untuk membuat laporan atas persoalan yang dihadapinya. Namun, petugas yang berjaga disebut tidak memberikan respons yang memadai, bahkan terkesan mengabaikan.

Amin menegaskan bahwa perilaku seperti itu bertentangan dengan semangat inklusivitas dan keadilan sosial yang digaungkan Polri selama ini.

“Polisi itu pengayom, bukan penyaring. Siapa pun yang datang—apakah difabel, miskin, atau kelompok rentan—harus dilayani dengan baik. Jangan ada standar ganda dalam pelayanan publik, apalagi di institusi negara,” tegasnya.

Aktivis yang juga konsen pada isu-isu sosial di Madura ini meminta agar Kapolda Jatim hingga Kapolri turun langsung mengevaluasi kinerja pelayanan publik di Polres Jember. Menurutnya, jika dibiarkan, kasus semacam ini bisa menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

“Ini bukan soal Jember saja. Tapi soal citra Polri secara nasional. Bila satu kasus seperti ini dibiarkan, dampaknya akan luas. Harus ada tindakan nyata, bukan sekadar klarifikasi,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Polres Jember terkait dugaan pengabaian laporan dari penyandang disabilitas tersebut.

( Redaksi )

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Jawa Timur Dorong PSEL Surabaya, Sampah Disiapkan Jadi Sumber Energi Listrik

16 Oktober 2026 - 01:54

Foto : Kepala DLH Jawa Timur, Dr. Nurkholis, S.Sos., M.Si., saat diwawancarai langsung di Hotel Excotel Surabaya

Diskominfo Jatim Perkuat Program Perisai Anak, Dorong Ruang Digital Aman bagi Pelajar

15 Oktober 2026 - 09:07

Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa 2026 : Kabupaten Sumenep Raih Prestasi Gemilang Juara 1 Pada Tiga Kategori 

13 Oktober 2026 - 01:27

Foto : Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa 2026 : Kabupaten Sumenep Raih Prestasi Gemilang Juara 1 Pada Tiga Kategori

Momentum Hari Kesaktian Pancasila: Bupati Sumenep Tegaskan Perkuat Komitmen Nilai-nilai Pancasila 

13 Oktober 2026 - 00:50

Foto : Bupati Sumenep, Dr.H.Ahmad Fauzi Wongsojudo, S.H.,M.H. Saat Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Sekretariat DPRD Sumenep Ikuti Festival Kuliner Nusantara 2026, Hadirkan Mento Sekawan Angkat Kekayaan Kuliner Tradisional

11 Oktober 2026 - 09:18

Foto : Sekretariat DPRD Sumenep Ikuti Festival Kuliner Nusantara 2026, Hadirkan Mento Sekawan Angkat Kekayaan Kuliner Tradisional

GMS dan Tim Kuasa Hukum Imam Fadli Audiensi Dengan Pemkab Sumenep, Soroti Penggunaan DAU Tanah Dungkek Yang Diduga Fiktif  

8 Oktober 2026 - 13:53

Foto : Saat Audiensi GMS, Kuasa Hukum Imam Fadli dan Pemkab.Sumenep di Ruang Asisten III Setda Kab.Sumenep
Trending di Hukum & Kriminal

Sorry. No data so far.