SUMENEP, NETSATU.COM,- Konser spektakuler amal peduli Mila dan Valen (Milen) DA-7 membuat ribuan warga Sumenep dari pelosok desa hingga kota tertuju megahnya konser Milen DA-7 yang digelar di stadion GOR A.Yani Panglegur Sumenep, Jumat (2-1-2026) malam.
Ironisnya, fakta dilapangan menunjukkan hal yang berbeda, pendapatan donasi tak semegah konser Milen DA-7, fakta donasi yang terkumpul hanya sekitar 71 juta, dan yang lebih mengejutkan panitia penyelenggara tidak adanya transparansi keterbukaan publik atas donasi yang terkumpul baik dari pejabat, pengusaha, komunitas serta dari berbagai kalangan.
Sementara itu yang terpampang dipapan data para donatur pojok utara panggung konser hanya sebagian donatur yang di pajang diantaranya dari Bupati, wakil Bupati, komunitas, dari hamba Allah serta dari perorangan yang nominalnya hanya sedikit, tentu yang timbul pertanyaan publik bertanya-tanya kemanakah para investor Sumenep?, berkontribusi berapa?
Disisi lain juga terlihat sejumlah panitia menggalang dana lewat sumbangsih para penonton yang hadir dengan menjalankan kotak dengan tulisan kotak Amal.
Beberapa Fans dan sahabat Mila dan Valen DA-7 yang tergabung dalam Milen’s lover menyebut di kabupaten sumenep tersiar kabar banyak investor, tapi fakta dilapangan ketika ada panggilan kemanusiaan lewat konser Milen DA-7 Indosiar banyak investor yang terkesan ngumpet entah kemana.
“Di kabupaten Sumenep katanya banyak investor, tapi Faktanya saat ada Panggilan Kemanusiaan Mila Valen DA-7 kok tidak nongol seolah terkesan Ngumpet, ujarnya dengan rasa kecewa.
Melihat fakta konser spektakuler amal peduli Mila-Valen DA7 di Sumenep, fakta yang muncul jelas mengecewakan. Panggung megah dan penonton membludak serta banyaknya investor, namun donasi yang terkumpul hanya Rp71 juta, dan yang lebih mengejutkan tidak ada kejelasan siapa saja donatur yang berperan serta.
Hal serupa konser Akbar di kabupaten Pamekasan berhasil menghimpun donasi sebesar Rp1,112 miliar, dengan nama-nama donatur besar yang tercatat jelas, mulai dari pejabat, pengusaha, hingga komunitas, perlu diketahui bahwa transparansi keterbukaan publik itu penting sebab publik tahu siapa yang menyumbang dan berapa nilainya.
( Red/Dav )








