SUMENEP, NRTSATU.COM,- Setelah beredarnya vidio dan beberapa pemberitaan dibeberapa media sontak jadi perbincangan hangat dikalangan aktivis dan pakar hukum, salah satu aktivis asal kelahiran Pamekasan angkat bicara terkait sikap seorang petugas puskesmas serta sikap kepala puskesmas Pandian Sumenep Madura Jawa Timur, kamis (20-11-2025).
Nurahmat salah satu aktivis senior asli kelahiran Pamekasan angkat bicara terkait sikap sosok petugas puskesmas yang dinilai tak beretika, tentu hal ini dinilai salah satu penyebab utama adalah kurangnya suatu bimbingan edukasi terhadap bawahan, karena baik buruknya suatu instansi tergantung pimpinan.
” Kalau melihat vidio itu sudah jelas kurang ajar, tak ber etika sama sekali” tegasnya.
Selain itu Nurahmat menjelaskan bahwa Puskesmas merupakan salah satu tempat pelayanan kesehatan masyarakat garda terdepan, seorang petugas pelayanan kesehatan itu tentu wajib mempunyai jiwa melayani sikap ramah tamah terhadap masyarakat, sangat tidak wajar ketika ada salah satu petugas pelayanan kesehatan itu bersikap tidak punya etika apalagi di Madura ini sangat kental adat ketimurannya dimana menjunjung tinggi nilai-nilai norma etika.
“Sangat tidak wajar seorang petugas pelayanan itu tidak punya etika sama sekali, disana itu tempat pelayanan masyarakat dimana petugas pelayanan baik petugas medis dan petugas non medis termasuk cleaning service wajib memberikan pelayanan yang terbaik, sikap ramah tamah dijunjung tinggi” ujarnya.
“Berarti selama ini pimpinan puskesmas Pandian Sumenep itu dinilai kurangnya bimbingan edukasi terhadap bawahan, baik atau buruknya suatu instansi itu tergantung pimpinan ” tutupnya.
Seorang pemimpin itu merupakan pejabat publik, jadi harus tegas untuk menjaga arah dan tujuan tim, memastikan konsistensi, dan membangun rasa hormat.
Ketegasan memungkinkan pemimpin mengambil keputusan yang jelas dan terinformasi, terutama dalam situasi sulit, sekaligus memberikan rasa aman bagi bawahan karena mereka tahu apa yang diharapkan. Namun, ketegasan harus diimbangi dengan keadilan dan komunikasi yang baik agar tidak dianggap sebagai sikap otoriter.
(Red/ Dav)








