Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 6 Feb 2024

Sebut Moh.Ramli Ngalor-Ngidul, Koordinator Sumenep Forum Saat Minta Tanggapan


					Fhoto :kiri Moh.Ramli Selaku KetuaTimTerpadu Pengawasan Penertiban dan Perizinan ( TP3 ) Kabupaten Sumenep, kanan Sudarsono Selaku koordinator Sumenep Forum Sekaligus Korlap Aksi Perbesar

Fhoto :kiri Moh.Ramli Selaku KetuaTimTerpadu Pengawasan Penertiban dan Perizinan ( TP3 ) Kabupaten Sumenep, kanan Sudarsono Selaku koordinator Sumenep Forum Sekaligus Korlap Aksi

 

SUMENEP, NETSATU,- Persoalan klinik kecantikan SA Beauty Clinic dan Academy terus bergulir dan membakar amarah para aktivis yang tergabung dalam Sumenep Forum dalam aksi demo jilid ke-2,Selasa (6-2-2024).

Sebelum melakukan aksi demo di kantor Pemkab Sumenep, para aktivis yang tergabung dalam Sumenep Forum melakukan aksi didepan Kantor Dinas Kesehatan Sumenep atas ketidak puasan sikap yang dilontarkan oleh Plt.Kadinkes Agustiono Sulasno yang diwakili oleh Sekretaris Dinas (Sekdis) berserta Kabid Yankes Dinas Kesehatan kabupaten Sumenep pada hari Rabu lalu pada aksi demo jilid-1 ( 31-1-2024 ).

Atas ketidak puasan tersebut para aktivis Sumenep Forum kembali melakukan aksi demo jilid ke-2 di depan kantor Dinas Kesehatan Sumenep kurang lebih selama 90 menit yang berujung dengan penyegelan pintu kantor Dinas Kesehatan Sumenep, kemudian aksi demo selanjutnya didepan kantor Pemkab Sumenep.

Sementara koordinator Sumenep Forum Sudarsono dan juga sekaligus sebagai korlap aksi, mengatakan bahwa demo bergeser dikantor pemerintah kabupaten (Pemkab) Sumenep, dengan tujuan agar bupati Sumenep mengetahui bahwa Plt Kepala Dinkes Sumenep tidak layak menjadi pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta meminta supaya klinik kecantikan SA Beauty Clinic dan Academy supaya ditutup permanen.

Setiba di depan kantor Pemkab Sumenep, massa aksi dari Sumenep Forum tersebut langsung menyampaikan beberapa tuntutannya kepada Bupati Sumenep.

Dimana tuntutannya adalah :

1.Secepatnya Bupati Sumenep mengganti Plt Kepala Dinkes Sumenep.

2. Penutupan SA Beauty Clinic dan Academy secara permanen.

3. Pencabutan SIP 2 Dokter diklinik kecantikan SA Beauty Clinic dan Academy, yakni Dokter ( NV ) dan Dokter ( CD ).

Namun sayang, para aktivis dari Sumenep Forum tidak ditemui langsung oleh Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo. Pantauan pewarta di lapangan, massa aksi ditemui oleh Moh.Ramli selaku ketua Tim Terpadu Pengawasan Penertiban dan Perizinan ( TP3 ) Kabupaten Sumenep.

Saat berdialektika dengan para peserta aksi, Moh. Ramli mengatakan bahwa tuntutan terkait pencopotan Plt Kepala Dinkes Sumenep masih akan dirapatkan oleh tim Baperjakat, yang nantinya akan dijadikan referensi oleh Bupati Sumenep untuk mengambil keputusan.

Sementara perihal penutupan SA Beauty Clinic dan Academy, pria yang akrab disapa Ramli ini menyebut bahwa pihaknya di Tim TP3 Sumenep telah melakukan rapat bersama OPD teknis.

“OPD Teknis dalam hal ini Dinas Kesehatan telah melayangkan surat kepada owner SA Beauty Clinic untuk tidak beroperasi sebelum ijin operasionalnya keluar,” ujar Ramli kepada massa aksi, Selasa (06/02/24).

Pernyataan dari Ketua TP3 Sumenep tersebut dinilai Ngalur Ngidul oleh Koordinator Sumenep Forum. Karena jawabannya tidak sesuai dengan apa yang dipertanyakan oleh para peserta aksi.

Bahkan langkah-langkah yang sudah dilakukan Dinkes Sumenep yang hanya memberikan sanksi administratif kepada owner SA Beauty Clinic dan Academy dinilai tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Karena sanksi administratif berupa teguran lisan dan tertulis berlaku terhadap klinik yang sudah legal tapi melanggar SOP. Hal itu diatur di Permenkes No 09 Tahun 2014 pasal 41 ayat 2,” jelas Sudarsono selaku Korlap Aksi, Selasa (06/02/24).

Sementara bagi klinik yang ilegal bukan sanksi administratif, tapi penutupan tempat usahanya. Apalagi, kata Endar, pelanggaran yang dilakukan bukan hanya masalah administratif saja tapi sudah mengarah kepada dugaan pidana.

“Jadi kami mau tanya, regulasi yang mana yang mengatur klinik ilegal disanksi administratif. Karena sampai saat ini kami tidak menemukan aturan tersebut,” jelasnya.

Hingga aksi demontrasi jilid 2 Sumenep Forum selesai, mantan Kepala DPMD Sumenep itu tidak dapat menjawab pertanyaan dari peserta aksi. Ia memilih untuk masuk ke dalam Kantor Pemkab Sumenep tanpa sepatah katapun.

 

( Redaksi )

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

RSUD dr.H.Moh.Anwar Sumenep Gelar Kegiatan Sinergi dan Kolaborasi Dalam Perkuat Kualitas Layanan Program JKN

16 Juli 2026 - 06:52

Foto : RSUD dr.H.Moh.Anwar Sumenep Gelar Kegiatan Sinergi dan Kolaborasi Dalam Perkuat Kualitas Layanan Program JKN

Inovasi Terbaru Bulan Juli 2026, RSUD dr.H.Moh.Anwar Sumenep Hadirkan Poli Terpadu Dalam Peningkatan Pelayanan Kesehatan Masyarakat 

16 Juli 2026 - 06:12

Foto ; Lokasi Poli Terpadu RSUD dr.H.Moh.Anwar Sumenep

RSUD dr.H.Moh.Anwar Sumenep Tak Diragukan Lagi, Pelayanan Kesehatan Semakin Meningkat

16 Juli 2026 - 04:50

Foto : dr.Erliyati, M.Kes., Direktur RSUD dr.H.Moh.Anwar Sumenep

Lomba Kesiapan Ruangan Menghadapi Akreditasi Tahun 2026 ; Direktur RSUD dr.H.Moh.Anwar Sumenep Tegaskan Lomba bukan Sekadar Kompetisi, Melainkan Strategi Membangun Budaya Kerja Berbasis Mutu.

16 Juli 2026 - 04:20

Foto : Pamflet Lomba Kesiapan Ruangan Menghadapi Akreditasi Tahun 2026 di RSUD dr.H.Moh.Anwar Sumenep

Langkah Strategis Baru Di Kabupaten Sumenep; Pihak LKNU PCNU Jalin Silaturahmi Dengan Dinas Kesehatan 

6 Juli 2026 - 02:32

Foto : Langkah Strategis Baru Di Kabupaten Sumenep; Pihak LKNU PCNU Jalin Silaturahmi Dengan Dinas Kesehatan

Perkuat Kekompakan Warga, Hendra Budi Yanto Ketua PAC PDIP Kec.Batuan Sumenep Gelar Senam Bersama 

17 Mei 2026 - 02:02

Foto : PAC PDIP Batuan Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur
Trending di Entertaintment

Sorry. No data so far.