SUMENEP, NETSATU,- Proses seleksi calon Direksi PT Sumekar (Perseroda) KabupatenSumenep terus menjadi perhatian publik. Perusahaan Daerah milik Pemerintah Kabupaten Sumenep yang bergerak di sektor pelayaran antar pulau itu kini tengah menghadapi sorotan tajam akibat kondisi perusahaan yang dinilai terus dirundung kerugian dalam beberapa tahun terakhir “sedang sakit”.
Empat nama yang dinyatakan lolos hasil seleksi administrasi calon Direktur Utama PT Sumekar yakni Badrul Akhmadi, Hamsuri, Khairil Idaqa’, dan Sugeng Haryadi. Keempat kandidat tersebut akan mengikuti tahapan lanjutan berupa Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK).
Plt. Direktur Utama PT Sumekar, Mohammad Romli, membenarkan bahwa proses seleksi saat ini telah memasuki tahapan UKK yang dijadwalkan berlangsung pada 12–13 Mei mendatang.
“Proses seleksi saat ini masuk tahapan UKK yang akan dilaksanakan tanggal 12 sampai 13 Mei,” ujar Mohammad Romli.
Di tengah kondisi PT Sumekar yang dinilai membutuhkan perubahan besar, publik mulai membandingkan kapasitas para kandidat yang lolos seleksi. Dari empat nama tersebut, sosok Badrul Akhmadi disebut-sebut paling siap dan layak memimpin perusahaan daerah tersebut.
Penilaian itu bukan tanpa alasan, Badrul Akhmadi dianggap memiliki pengalaman sesuai dengan salah 1 (satu) persyaratan yang harus di penuhi oleh para peserta yakni minimal pernah memimpin dalam sebuah lembaga Pemerintah atau lembaga bagian dari Pemerintah sehingga dalam hal tersebut sudah memiliki pengalaman kepemimpinan dan tata kelola kelembagaan saat memimpin Komisi Informasi Kabupaten Sumenep. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting untuk membangun pondasi, transparansi, profesionalisme, dan tata kelola perusahaan yang lebih sehat di tubuh PT Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep.
Sejumlah kalangan menilai PT Sumekar tidak cukup hanya dipimpin figur administratif, melainkan membutuhkan pemimpin yang memiliki keberanian melakukan pembenahan menyeluruh, terutama dalam manajemen pelayanan pelayaran antar pulau yang selama ini kerap menuai kritik.
“PT Sumekar saat ini butuh figur yang punya kemampuan manajerial dan memahami tata kelola yang transparan. Dari nama-nama yang muncul, Badrul Akhmadi dinilai paling siap,” ujar salah satu tokoh masyarakat di Sumenep.
Kondisi PT Sumekar sendiri selama ini menjadi perhatian publik lantaran perusahaan daerah tersebut dinilai belum mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan daerah. Bahkan, kerugian yang terus membayangi perusahaan membuat masyarakat berharap proses seleksi kali ini benar-benar menghasilkan pemimpin yang mampu membawa perubahan nyata.
Masyarakat kini menunggu hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan yang akan menjadi penentu siapa sosok yang nantinya dipercaya memimpin PT Sumekar di tengah tantangan besar sektor pelayaran antar pulau di Kabupaten Sumenep.
(Moo/Red)








