Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 8 Nov 2025

Wujud Nyata Dinkes P2KB Sumenep Dalam Upaya Pencegahan Stunting Melalui Program ” Genting “


					Wujud Nyata Dinkes P2KB Sumenep Dalam Upaya Pencegahan Stunting Melalui Program ” Genting “ Perbesar

SUMENEP, NETSATU.COM,- program GENTING merupakan salah satu program yang mana upaya atau langkah pencegahan stunting sejak dini, program ini di perkuat langsung oleh pemerintah kabupaten Sumenep melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB).

Program tersebut menjadi langkah kolaboratif antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk menciptakan generasi sehat, cerdas, kuat, dan bebas stunting menuju Indonesia Emas 2045.

Rapat Koordinasi Tim Pengendalian GENTING dilakukan hari ini, Kamis (16/10/2025) di Ruang Rapat Potre Koneng Bappeda Sumenep yang melibatkan berbagai pihak lintas sektor, termasuk unsur BUMN, BUMD, swasta, perguruan tinggi, lembaga sosial, komunitas, dan media yang berperan sebagai Orang Tua Asuh (OTA) bagi keluarga berisiko stunting.

Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep drg.Ellya Fardasah, dalam Arahnya menjelaskan bahwa gerakan tersebut merupakan wujud nyata semangat gotong royong masyarakat dalam mencegah stunting dini sejak. Ia menegaskan bahwa stunting bukan hanya soal kekurangan gizi, pola asuh yang mempengaruhi tumbuh kembang anak.

“Stunting dapat menyebabkan penurunan skor kognitif hingga 11 poin IQ. Jika tidak dicegah, hal ini dapat menghambat terwujudnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, GENTING menjadi gerakan penting yang melibatkan semua pihak,” tegas Kadinkes P2KB Sumenep drg.Ellya Fardasah.

Kadinkes Elliya mengatakan, dasar pelaksanaan gerakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 329/KEP/G2/2024 tentang Panduan Pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menekan angka stunting di Kabupaten Sumenep.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB Dinkes P2KB Ida Winarni memaparkan capaian penurunan stunting di Sumenep yang menunjukkan tren sangat positif dalam empat tahun terakhir.

“Pada tahun 2021 prevalensi stunting masih di angka 29 persen. Tahun 2022 turun menjadi 21,9 persen, lalu 16,7 persen di tahun 2023, dan tahun 2024 tinggal 11,2 persen. Kami berharap tahun 2025 bisa di bawah 10 persen,” terangnya.

Pihaknya menerangkan, bahwa pencegahan stunting harus dilakukan secara berkelanjutan, mengingat potensi kelahiran baru yang selalu ada.

“Kita tidak bisa menghilangkan stunting sepenuhnya, tapi kita bisa mencegah anak-anak lahir dalam kondisi stunting melalui pendidikan, asupan gizi yang baik, dan pendampingan keluarga,” tambahnya.

Melalui GENTING, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap dapat menciptakan sinergi keberlanjutan antar sektor, memperkuat pendampingan keluarga, serta memastikan kebutuhan gizi anak-anak berisiko stunting terpenuhi.

( Red/ Dav )

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Penjahat Bernama Prabowo

12 Juni 2026 - 11:39

Foto : Fauzi As

RSUD dr.H.Moh.Anwar Sumenep Perkuat Kualitas Layanan Kesehatan Program JKN Berkolaborasi dan Bersinergi Dengan Lembaga Strategis Kesehatan

12 Juni 2026 - 06:12

Foto : RSUD dr.H.Moh.Anwar Sumenep Perkuat Kualitas Layanan Kesehatan Program JKN Berkolaborasi dan Bersinergi Dengan Lembaga Strategis Kesehatan

Direktur RSUD dr.H.Moh.Anwar sumenep Tegaskan Proses Rekrutmen Pegawai BLUD Non-ASN Bebas Dari Kecurangan

12 Juni 2026 - 05:34

Foto : dr Hj.Erliyati,M.Kes., Direktur RSUD dr.H.Moh.Anwar Sumenep

Direktur RSUD dr.H.Moh.Anwar Sumenep Tegaskan Tidak Ada Perbedaan Layanan Kesehatan Semua Sama

12 Juni 2026 - 04:57

Foto : dr.Erliyati,M.Kes., Direktur RSUD dr.H.Moh.Anwar Sumenep

Tumbuhkan Budaya Keselamatan Pasien di Lingkungan Rumah Sakit Dengan Aksi Gebyar 3 M

12 Juni 2026 - 04:53

Kantor KSOP Kelas IV Kalianget Resmi Edarkan Surat Peringatan Cuaca Buruk di Perairan Kalianget dan Sekitarnya

6 Juni 2026 - 05:55

Trending di NEWS Netsatu.com

Sorry. No data so far.