SUMENEP, NETSATU.COM,-Jaran Serek merupakan perpaduan antara kesenian kuda tari, peran pawang, serta iringan musik saronen, dinilai bukan hanya sekadar tontonan budaya, namun sarana edukasi dan penguatan jati diri masyarakat Sumenep. Kursus seni online.
“Festival ini harus mampu menjawab tantangan era globalisasi. Kita harus menyajikan Jaran Serek dengan kreasi yang lebih atraktif dan kreatif agar tetap diminati generasi muda,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Bupati Fauzi juga mendorong agar promosi budaya, terutama Jaran Serek, lebih diperluas ke luar daerah agar mendapatkan apresiasi yang lebih luas serta membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat lokal, terutama anak muda.
Dengan harapan besar, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi. “Saya berharap pemuda Sumenep tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku aktif dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal kita,” katanya.
Tradisi budaya lokal seperti Jaran Serek tak hanya menjadi warisan leluhur, tetapi juga panggilan bagi generasi muda untuk terus menjaga dan mengembangkannya. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat menghadiri Festival Jaran Serek yang digelar di depan Pendopo Keraton Sumenep, Senin (05/05).
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Cak Fauzi menekankan pentingnya keterlibatan pemuda sebagai motor penggerak dalam menjaga eksistensi seni tradisi Madura ini. Kursus seni online
“Pemuda merupakan akses penting dalam membina dan mengedukasi perkembangan budaya lokal seperti Jaran Serek ini,” ujar Bupati Fauzi.
( Red/Dav )








