Opini
SAPEKEN, NETSATU.COM,- Ini bukan tentang pegawai PLN yang ada di pulau saebus, ini bukan persoalan individu, ini bukan kepentingan personal, melainkan ini adalah suara rakyat, suara rakyat yang sering menjerit, tapi bukan kesakitan karna di pukul, melainkan suara rakyat yang sering di biarkan, suara rakyat yang sering di abaikan , suara rakyat yang selalu di anggap tidak penting dan penting ketika momentum politik saja.
Ini bukan hanya tentang narasi dan diksi semata, tapi saya berharap melalui tulisan ini, bisa sampai kepada seluruh pihak agar bisa membaca apa yang kemudian menjadi persoalan yang sangat fundamental yang terjadi di pulau Saebus desa Saur Saebus kec. Sapeken Kab. Sumenep, dan bukan hanya di baca melainkan di tindak lanjuti oleh pihak PT PLN Persero sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

Kondisi PLN yang sekarang ada di pulau saebus saat sekarang ini sangat sungguh memperhatikan dengan cuaca normal saja kondisi penerangan itu sangat tidak maksimal kadang hidup kadang mati, apalagi dalam kondisi cuaca saat sekarang ini, yang mana sudah memasuki musim penghujan, kita butuh penerangan yang merata.
Kita sudah di fasilitasi PLN tapi dalam kondisi 1 tahun terakhir ini sudah tidak normal dari biasanya, ketika memang ada kerusakan alat dan lain sebagainya mohon kepada pihak-pihak yang berwenang agar segera di perbaiki, agar segera di tindak lanjuti, karna masyarakat tidak butuh bentuk wujudnya saja bahwa ada PLN akan tetapi masyarakat butuh normalisasi dari pada penerangan yang berkelanjutan.
Mohon ini bisa menjadi atensi pagi pihak pihak terkait, kita sudah mempunyai Dewan Perwakilan Rakyat untuk membantu menyampaikan segala apa yang kemudian menjadi keluh kesah masyarakat kepulauan Sapeken dan hal hal semacam ini mohon di perioritaskan karena ini merupakan bagian kebutuhan masyarakat kepulauan yang selama bertahun-tahun rasanya hidup dalam kegelapan.
Akan kah masyarakat akan di biarkan dalam ketidak nyamanan seperti ini, akankah pihak-pihak terkait yang bisa menyelesaikan persoalan seperti ini akan diam dan hanya mementingkan kepentingan pribadi nya saja, sangat tidak pantas lah rasanya di zaman saat sekarang ini yang serba moderen kita masih saja hidup seperti di zaman dulu, zaman dimana kita hidup dalam suasana yang gelap gulita tanpa penerangan sama sekali.
Terimakasih, ini adalah sebuah catatan kecil namun dengan makna yang sangat besar, semoga tulisan ini bisa di baca oleh seluruh pihak agar kemudian bisa ikut membantu dan sadar bahwa kepulauan Sapeken pada umumnya menajdi objek persoalan yang harus segera mungkin bisa terselesaikan.
Penulis : Moh. Rofiq Risandi
Aktivis Kepulauan Sapeken








