SUMENEP, NETSATU.COM,- Aksi pemukulan secara brutal yang dilakukan oleh sejumlah orang dari keluarga pasien korban laka lantas terhadap tenaga kesehatan ( Nakes ) puskesmas Batuan Sumenep disayangkan oleh kepala dinas kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) kabupaten Sumenep drg.Ellya Fardasah.M.Kes., saat dijumpai di ruang kerjanya, Senin ( 19-01-2026 ).
Dirinya merasa prihatin, sebab aksi brutal yang dilakukan oleh sejumlah keluarga pasien diluar dugaan, yang seharusnya tenaga kesehatan yang berada di UGD memberikan pelayanan prima justru petugas Nakes tersebut justru di suguhi pukulan secara bersama-sama oleh keluarga pasien.
Aksi dugaan Penganiyaan tersebut terjadi pada hari Minggu tanggal 4 Januari 2026 sekira pukul 10.30 Wib, terjadi di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) saat korban inisial R menjalankan tugasnya selaku petugas tenaga medis.
“Kami Dinas Kesehatan tentu sangat prihatin atas kejadian kekerasan yang dilakukan oleh keluarga pasien terhadap tenaga kesehatan di puskesmas Batuan, kejadian itu tidak kami harapkan apalagi waktu itu petugas tenaga kesehatan sudah memberikan pertolongan” katanya.
Selain itu dirinya berharap bahwa kejadian tersebut tidak akan terjadi lagi dan meminta diproses secara baik dalam artian proses secara hukum yang berlaku biar diharapkan hasil yang baik.
“Kami berharap kejadian ini diproses dengan baik supaya menghasilkan yang baik dan supaya tidak akan terjadi lagi ” imbuhnya.
Ia berharap segala apa yang dilakukan oleh Tenaga kesehatan benar-benar dihargai oleh seluruh masyarakat dan tentunya pihak tenaga kesehatan akan memberikan pelayanan terbaik serta jika terjadi permasalahan atau merasa ketidak nyamanan diharapkan untuk dibicarakan secara baik tidak harus dengan kekerasan.
“Kami berharap segala apa yang dilakukan oleh Tenaga kesehatan benar-benar dihargai oleh seluruh masyarakat, dan tentunya pihak tenaga kesehatan pasti akan memberikan pelayanan terbaik, jika terjadi permasalahan atau merasa ketidak nyamanan diharapkan untuk dibicarakan secara baik tidak harus dengan kekerasan” tutupnya.
( Red/Dav )








