Menu

Mode Gelap

Hukum & Kriminal · 8 Mei 2026

Warga Kehilangan Hak Tanah, Tim Kuasa Hukum Soroti Dugaan Penguasaan Sepihak oleh Pemdes Dungkek


					Foto : Kantor Inspektorat Kabupaten Sumenep Perbesar

Foto : Kantor Inspektorat Kabupaten Sumenep

SUMENEP, NETSATU.COM,- HBB Law Firm & Partners menyoroti kinerja Inspektorat Kabupaten Sumenep terkait penanganan aduan dugaan penyalahgunaan wewenang Pemerintah Desa Dungkek dan dugaan penyimpangan penggunaan Dana Alokasi Umum (DAU) dalam pembelian tanah desa.

Pasalnya, laporan yang diajukan klien mereka, Imam Fadli, disebut sudah hampir satu tahun berada di Inspektorat, namun hingga kini belum menunjukkan progres yang jelas.

Juru Bicara HBB Law Firm & Partners, Mahbub Junaidi, S.H., menilai Inspektorat terkesan lamban dan tidak profesional dalam menangani laporan masyarakat.

“Kami mempertanyakan keseriusan Inspektorat dalam menangani aduan ini. Sudah hampir satu tahun, tetapi belum ada kepastian maupun tindak lanjut yang jelas,” tegas Mahbub, Jumat (8/5/2026).

Kasus tersebut bermula ketika tanah milik klien mereka yang bersertifikat hak milik (SHM) diklaim sebagai aset inventaris Desa Dungkek sejak tahun 2009. Padahal, menurut pihak pelapor, proses pembelian tanah oleh pemerintah desa tidak pernah diselesaikan secara sah.

Dari nilai kesepakatan sebesar Rp80 juta, pemerintah desa disebut hanya membayar uang muka Rp10 juta tanpa pelunasan dan tanpa Akta Jual Beli (AJB). Namun tanah tersebut tetap dicatat sebagai aset desa.

HBB Law Firm menilai persoalan tersebut diduga bertentangan dengan:

⁃ UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang mewajibkan pemerintahan desa dijalankan secara transparan dan akuntabel;

⁃ Permendagri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa, yang mengatur bahwa aset desa harus diperoleh secara sah dan dilengkapi dokumen hukum;

⁃ PP Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah, yang menegaskan tugas Inspektorat sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP).

Dalam aturan tersebut, Inspektorat memiliki tugas melakukan pengawasan, audit, pemeriksaan dugaan penyimpangan, serta memberikan rekomendasi kepada aparat penegak hukum apabila ditemukan indikasi kerugian negara.

Akibat persoalan itu, klien mereka mengaku mengalami kerugian materiil dan immateriil karena tidak dapat menguasai dan memanfaatkan tanah miliknya sendiri.

HBB Law Firm & Partners mendesak Bupati Sumenep segera turun tangan dan memerintahkan Inspektorat bekerja profesional, transparan, serta objektif dalam menangani laporan masyarakat.

“Jika ditemukan adanya unsur penyalahgunaan wewenang maupun kerugian negara, maka harus segera direkomendasikan kepada aparat penegak hukum,” pungkas Mahbub.

( Red/Dav)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kantor KSOP Kelas IV Kalianget Resmi Edarkan Surat Peringatan Cuaca Buruk di Perairan Kalianget dan Sekitarnya

6 Juni 2026 - 05:55

Tim Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal KSOPKelas IV Kalianget Melakukan kegiatan Ramp Check Uji Kelaiklautan Kapal Penumpang 

6 Juni 2026 - 05:16

Foto : Tim Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal KSOP Kelas IV Kalianget Sumenep Madura Melakukan Kegiatan Ramp Chek Uji Kelaiklautan Kapal Penumpang

Dua Oknum Aparat Penegak Hukum Inisial TPNLI dan RMBE Diduga Kuat Melakukan Pencemaran Laut Akibat Limbah Hasil Pasir Ilegal

6 Juni 2026 - 02:31

Foto : Laut Nongsa Yang Diduga Dialiri Limbah Pasir Ilegal

Lapas Batam Gaungkan Nilai Pancasila untuk Perkuat Pemasyarakatan Humanis

2 Juni 2026 - 01:42

Foto : Lapas Batam Gaungkan Nilai Pancasila Untuk Perkuat Pemasyarakatan Humanis

Hari Raya Waisak 2026, 15 Warga Binaan Buddha Lapas Batam Terima Remisi Khusus

1 Juni 2026 - 03:17

Foto : Hari Raya Waisak 2026, 15 Warga Binaan Budha Lapas Batam Terima Remisi Khusus

Sambut Bulan Bung Karno, Budi Jhon Ketua PAC PDI Perjuangan Batuan Sumenep Ajak Masyarakat Untuk Mengenang Jasa-jasanya

31 Mei 2026 - 06:30

Foto : Budi Jhon Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Batuan Sumenep Madura Jawa Timur
Trending di NEWS Netsatu.com

Sorry. No data so far.