SURABAYA (NETSATU.COM) – Melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Surabaya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong pemanfaatan teknologi untuk mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan nilai guna sampah.
Langkah ini mendorong pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan, dengan memperhatikan efektivitas pengolahan, kesiapan infrastruktur, serta dampak lingkungan.
Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2028 dengan kapasitas pengolahan sekitar 1.100 ton sampah per hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur, Dr. Nurkholis, S.Sos., M.Si., menyampaikan hal itu saat diwawancarai sejumlah wartawan di Hotel Excotel Surabaya, Kamis siang (15/10/2026).
Nurkholis menjelaskan, proyek PSEL tersebut telah melalui proses penandatanganan pada 28 Maret 2026. Pembangunan fasilitas ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk menangani persoalan sampah di kawasan Surabaya dan sekitarnya.
“Penandatanganannya sendiri berlangsung pada 28 Maret 2026, dan target selesai pada tahun 2028,” ujarnya.
Dengan kapasitas pengolahan sekitar 1.100 ton sampah per hari, proyek PSEL diharapkan mampu mengurangi beban penumpukan sampah sekaligus mendukung pemanfaatan sampah menjadi sumber energi listrik.
Pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi, sehingga sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga berpotensi menghasilkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat.
(Penulis : Ibnu Hajar)








