Menu ✖

Mode Gelap

NEWS Netsatu.com · 21 Okt 2026

Momentum Hari Santri Nasional 2026 : Wabup Sumenep Tegaskan MQK Bukan Sekedar Ajang Lomba Semata, Melainkan Wadah Santri Yang Berilmu, Berakhlak dan Berdaya Saing


					Foto : Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim S.H.,M.H.Saat Sambutan di Acara Pembukaan MQK di Aula MAN Sumenep Perbesar

Foto : Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim S.H.,M.H.Saat Sambutan di Acara Pembukaan MQK di Aula MAN Sumenep

SUMENEP, NETSATU.COM.- Lomba baca kitab kuning dalam rangka Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Sumenep dikemas melalui ajang Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) yang diselenggarakan oleh Pemerintah kabupaten Sumenep bekerja sama dengan pihak PCNU kabupaten Sumenep, kegiatan ini resmi dibuka pada tanggal 17 Oktober 2026 di Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep oleh Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, S.H.,M.H.

Di tengah perubahan zaman ini,  penguasaan kitab kuning dinilai penting untuk membentuk santri yang berilmu, berakhlak, dan mampu menjawab tantangan masa depan.

“MQK menjadi sarana bagi santri untuk mengembangkan kemampuan dalam mendalami ilmu agama secara lebih mendalam,” kata Wabup Sumenep.

Menurut Wabup Sumenep KH. Imam Hasyim, tradisi mengkaji kitab klasik merupakan kekuatan pendidikan pesantren yang harus terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan.

Ia berharap kompetisi tersebut mampu mendorong santri memperkuat kemampuan membaca, memahami, serta mengkaji kitab kuning secara menyeluruh.

“Santri harus terus meningkatkan penguasaan ilmu agama agar memiliki bekal kuat dalam menjalani kehidupan dan mengabdi kepada masyarakat,” sambutnya.

Selain itu, MQK menjadi ruang pembinaan intelektual dan karakter santri agar mampu menjaga nilai keislaman di tengah modernisasi.

Wabup Sumenep menilai santri memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa, bukan hanya sebagai penjaga tradisi keagamaan, tetapi juga penggerak perubahan.

“Santri memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga nilai keislaman sekaligus berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” tegasnya.

Semangat Hari Santri Nasional 2026 memilih tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” menjadi dorongan untuk memperkuat pendidikan dan karakter generasi muda.

“Ilmu, akhlak, dan semangat pengabdian harus menjadi bekal santri untuk ikut mewujudkan Indonesia Emas,” pungkasnya.

Melalui MQK, Sumenep diharapkan terus melahirkan generasi santri yang menguasai ilmu agama, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi pembangunan nasional.

(Red/Dav)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Jawa Timur Dorong PSEL Surabaya, Sampah Disiapkan Jadi Sumber Energi Listrik

16 Oktober 2026 - 01:54

Foto : Kepala DLH Jawa Timur, Dr. Nurkholis, S.Sos., M.Si., saat diwawancarai langsung di Hotel Excotel Surabaya

Diskominfo Jatim Perkuat Program Perisai Anak, Dorong Ruang Digital Aman bagi Pelajar

15 Oktober 2026 - 09:07

Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa 2026 : Kabupaten Sumenep Raih Prestasi Gemilang Juara 1 Pada Tiga Kategori 

13 Oktober 2026 - 01:27

Foto : Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa 2026 : Kabupaten Sumenep Raih Prestasi Gemilang Juara 1 Pada Tiga Kategori

Momentum Hari Kesaktian Pancasila: Bupati Sumenep Tegaskan Perkuat Komitmen Nilai-nilai Pancasila 

13 Oktober 2026 - 00:50

Foto : Bupati Sumenep, Dr.H.Ahmad Fauzi Wongsojudo, S.H.,M.H. Saat Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Sekretariat DPRD Sumenep Ikuti Festival Kuliner Nusantara 2026, Hadirkan Mento Sekawan Angkat Kekayaan Kuliner Tradisional

11 Oktober 2026 - 09:18

Foto : Sekretariat DPRD Sumenep Ikuti Festival Kuliner Nusantara 2026, Hadirkan Mento Sekawan Angkat Kekayaan Kuliner Tradisional

20 Tahun Kasus Sengketa Tanah Desa Dungkek Sumenep Tak Kunjung Selesai, GMS dan Kuasa Hukum Desak Pemkab.Sumenep Bersikap Kooperatif

8 Oktober 2026 - 12:36

Foto : Kasus Sengketa Tanah Desa Dungkek kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur
Trending di Hukum & Kriminal

Sorry. No data so far.