Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 18 Jan 2026

Aktivis Minta Pemkab Sumenep Tegas Tangani Tambang Galian C Tak Berizin Jangan Tebang Pilih.  


					Foto : Kanan Nurahmat, S.H. Aktivis Sumenep, . Sebelah kiri Dadang Deddy Iskandar, S.H., M.H. Kabag. Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pemkab Sumenep Perbesar

Foto : Kanan Nurahmat, S.H. Aktivis Sumenep, . Sebelah kiri Dadang Deddy Iskandar, S.H., M.H. Kabag. Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pemkab Sumenep

SUMENEP, NETSATU.- Pasca Sidak pemerintah kabupaten Sumenep geruduk lokasi di Sejumlah tambang galian C yang tak mengantongi izin di kabupaten Sumenep ramai diperbincangkan dikalangan aktivis dan pakar hukum.

Meski tidak mengantongi izin, salah satu tambang galian C di Kabupaten Sumenep tetap beroperasi seolah-olah kebal akan hukum, salah satu aktivis kabupaten Sumenep Nurahmat, menyayangkan atas tidak taat nya pemilik tambang galian c yang sampai saat ini belum mengantongi izin secara resmi, apalagi pasca sidak langsung ke lokasi tambang galianC.

Oleh karena itu, Nurahmat meminta tegas kepada Pemerintah kabupaten Sumenep, dalam hal ini kepada bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam untuk segera melakukan tindakan berupa penutupan lokasi tambang yang tidak mengantongi izin secara resmi.

” Pemkab Sumenep harus tegas jangan tebang pilih, pasca sehari sidak lokasi saja sudah melakukan aktivitas lagi, ini jelas pemkab dan APH diremehkan” tegas Nurahmat.

Dirinya menambahkan bahwa tambang galian C yang tidak mengantongi izin sudah jelas ada dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan Batu Bara dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2022 tentang Pendelegasian Pemberian Izın Kegiatan Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan.

“Undang-undang nya kan sudah jelas bahwa tambang galian C yang tidak mengantongi ijin sudah ada pidanya, apalagi sudah sidak lokasi, laporkan saja dan tutup ” imbuhnya dengan tegas.

Sebagaimana termaktub di pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020, “Setiap Orang yang melakukan kegiatan Penambangan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000.000 (Seratus Miliar Rupiah),

Termaktub pula di Pasal 161 “Setiap Orang yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan/atau Pemumian, Pengembangan dan/atau Pemanfaatan, Pengangkutan, Penjualan Mineral dan/atau Batubara yang tidak berasal dari Pemegang IUP, IUPK, IPR, SIPB, atau izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (3) huruf c dan huruf g. Pasal 104, atau Pasal 105 dipidana dengan dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000.000 (Seratus Miliar Rupiah)”

( Red/Dav )

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Tim Putri Dinas Pendidikan Sumenep Raih Juara 1 Ajang Lomba Tarik Tambang, Kadisdik: Saya Bangga Atas Prestasi Ini

3 Agustus 2026 - 18:10

Foto : H. Moh.Iksan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Saat Foto Bersama Tim Putri Tarik Tambang

Sambut HUT RI ke-81: Tim Putra Dinas Pendidikan Sumenep Raih juara 1 Lomba Tarik Tambang

3 Agustus 2026 - 17:10

Foto : Tim Putra Lomba Tarik Tambang Antar OPD, BUMN, BUMD Didampingi Langsung H.Moh.Iksan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

3 Agustus 2026 - 15:10

Foto: Fauzi As

Mahasiswa KKN UIN Madura dan STAIFA Kadur Perkuat Relasi Melalui Kolaborasi

2 Agustus 2026 - 07:18

Kemenag RI Dinilai Bungkam Pasca Aksi Turun Jalan, AMPD Kembali Mendesak Kemenag  RI Segera Berikan Klarifikasi Atas Tuntutan

1 Agustus 2026 - 13:45

Foto : Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Untuk Demokrasi ( AMPD ) Saat Melakukan Aksi Turun Jalan Didepan Kemenag RI

Diduga Pihak PT MEGA GREN TECHNOLOGY Menimbun Lahan Mangrove Dari Sisa Limbah B3

1 Agustus 2026 - 03:23

Foto : Diduga Pihak PT MEGA GREN TECHNOLOGY Menimbun Lahan Mangrove Dari Sisa Limbah B3
Trending di Hukum & Kriminal

Sorry. No data so far.