Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 9 Apr 2025

Luput Dari Perhatian Pemerintah, Sepasang Pasutri Hidup di Bawah Gubuk Derita di Tengah Hiruk Pikuk Dugaan Skandal BSPS Sumenep


					Foto : Rumah Tidak layak Hini yang berada di desa Juluk kecamatan Saronggi  Sumenep Perbesar

Foto : Rumah Tidak layak Hini yang berada di desa Juluk kecamatan Saronggi Sumenep

SUMENEP, NETSATU.COM – Ironi terjadi di tengah program bantuan perumahan yang digulirkan pemerintah. Sepasang suami istri (pasutri) yang tinggal di Jalan Anugerah, Dusun Polay, Desa Juluk, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, justru hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, jauh dari kata layak.

Diketahui Pasangan suami istri tersebut adalah Bapak Sadimin dan Ibu Hanna, dalam kesehariannya bekerja sebagai buruh tani serabutan. Mereka hidup sebatang kara, jauh dari perhatian pemerintah setempat, pasutri tersebut menempati sebuah gubuk yang berukuran sekitar 5 meter persegi. Dindingnya hanya terbuat dari anyaman bambu (gedek), tanpa atap permanen, tanpa listrik, dan tanpa kamar mandi. Fasilitas sanitasi pun sangat darurat, hanya berupa jamban yang ditumpuk dengan batu bata.

Foto : Potret Kamar Mandi Yang Terkesan Sangat Tidak Layak Pakai

Foto : Potret Kamar Mandi Yang Terkesan Sangat Tidak Layak Pakai.

Saat tim redaksi Netsatu.com menyambangi kediaman mereka, terlihat jelas kondisi rumah yang tak layak huni itu. Ibu Hanna dengan mata berkaca-kaca mengisahkan perjuangan mereka dalam menjalani hidup sehari-hari.

“Kaule odik kaduwe’en nika pak, korla bisa ade’er resa arenah. Se kade’erre gik tang taotang, kadeng minta ka nak potoh,” ucapnya lirih.

(Kami hidup berdua ini, pak. Asal bisa makan saja sudah bersyukur. Bahkan makanan pun sering ngutang, kadang minta ke anak).

Cerita pilu ini mencuat di tengah ramainya isu dugaan penyimpangan dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang kini menjadi sorotan di Sumenep. Ironisnya, pasutri seperti Sadimin dan Hanna yang seharusnya menjadi prioritas penerima manfaat, justru tak tersentuh bantuan apapun hingga kini.

“Padahal tetangga sekitar banyak yang dapat, sementara kami kok belum tersentuh ya pak?,” tanyanya.

Warga sekitar dan pemerhati sosial mendesak agar Pemerintah Kabupaten Sumenep segera turun tangan untuk melihat langsung kondisi mereka dan memberikan bantuan nyata, bukan sekadar janji. Keberadaan gubuk derita yang dihuni Sadimin dan Hanna seharusnya menjadi tamparan keras bagi instansi terkait agar lebih jeli dan adil dalam menyalurkan bantuan.

Di tengah isu skandal BSPS yang mencuat, kisah pasangan ini menjadi potret buram ketimpangan dan lemahnya pendataan warga miskin. Mereka tidak butuh kasihan, tapi perhatian dan tindakan nyata.

Hingga berita ini ditayangkan belum ada tindak lanjut dari instansi terkait.

 

(Red/Dav)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Peduli Lingkungan Asri : Polsek Lenteng Gandeng Forkopimcam, Jajaran Kepala Desa dan Sejumlah Instansi Gelar Kerja Bakti di Pasar Lenteng

13 Februari 2026 - 03:11

Foto : Kapolsek Lenteng Iptu Dovie Eudy Zendy, S.Tr.K., S.I.K., M.H., Pimpin Langsung Kegiatan Kerja Bakti di Pasar Lenteng

Pengukuhan Dekopinda Kabupaten Sumenep dan Rakerda I Tahun 2026

12 Februari 2026 - 04:56

Foto : prosesi Pengukuhan DEKOPINDA Kabupaten Sumenep dan Rakerda I Tahun 2026

Pamdas Sumenep Gelar Rapat Akbar Pembentukan Panitia Santunan Anak Yatim 2026

11 Februari 2026 - 14:25

Foto : Pamdas Sumenep Gelar Rapat Akbar Pembentukan Panitia Santunan Anak Yatim 2026 di Kediaman Bapak Buchari Pabian Sumenep Madura

Peduli Difabel ; RSUD dr.H.Moh.Anwar Sumenep Gelar Penyuluhan Gratis 

11 Februari 2026 - 01:08

Foto : RSUD dr.H.Moh.Anwar Sumenep Menggelar Penyuluhan Gratis Bagi Kaum Difabel

Hotel Swiss-Belinn Manyar Surabaya Bakal Sambut Ramadhan Penuh Kejutan; Royal Mediterranean Iftar Buffet Hadir Dengan Nuansa Mediterania

5 Februari 2026 - 00:06

KM Sabuk Nusantara 51 dan KM Sabuk Nusantara 74 Kapal Terbaik Pilihan Masyarakat Kepulauan Sumenep 

30 Januari 2026 - 18:39

Gambar ilustrasi : KM Sabuk Nusantara 51 dan KM Sabuk Nusantara 74
Trending di Ekonomi

Sorry. No data so far.