SUMENEP, NETSATU.COM.- Lomba gerak jalan kategori umum tingkat kecamatan gapura Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur dalam rangka menyambut HUT RI ke-81 memicu perbincangan hangat dikalangan publik.
Menurut informasi yang dihimpun redaksi Netsatu, sejumlah Peserta yang menjuarai lomba gerak jalan tingkat kecamatan gapura kabupaten Sumenep kategori umum tersebut tidak mendapatkan uang pembinaan, akan tetapi hanya mendapatkan Trofi dan Piagam Penghargaan.
Salah satu pemenang lomba gerak jalan inisial MA menyebut rasa kekecewaan yang tinggi atas sikap tak wajar dari pihak panitia penyelenggara kecamatan Gapura.
“masak lomba tingkat kecamatan hanya mampu memberi tropi dan piagam penghargaan, gak ada menu hadiah lainnya, emang ini lomba anak TK cukup dikasi piala dan piagam ?
lomba di sekolah aja msih mampu kasi hadiah walau cuma buku tulis dan boll pen, ” keluhnya dengan rasa kecewa.
” Kalau tidak ada dana jangan ngadain kegiatan”, imbuhnya.
Sementara itu Plt camat gapura Darto saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan penyelenggaraan lomba gerak jalan tidak ada anggaran.
” Iya betul, para juara tidak ada uang pembinaan, mungkin tahun depan ada, ” Ujarnya.
Disisi lain salah satu warga gapura inisial A mengatakan penyelenggaraan kegiatan itu harus difikirkan secara matang.
” Kalau mau mengadakan acara dipikir secara matang, efek positif dan negatifnya sebab suksesnya acara itu diakhiri rasa senang bukan kecewa, kalau tidak ada dana jangan mengadakan kegiatan ” tegasnya.
Dengan adanya kegiatan tersebut justru publik menilai Kurangnya menghargai atas usaha para peserta lomba dalam hal ini seluruh warga sekecamatan Gapura, sebab mereka merasa partisipasi mereka yang sering kali membutuhkan waktu, tenaga, bahkan biaya mandiri seperti kostum, transportasi, latihan serta konsumsi kurang dihargai oleh pihak penyelenggara dalam hal ini pihak kecamatan gapura Sumenep.
Disamping itu tentu publik mencurigai arah larinya anggaran, dengan munculnya pertanyaan atau spekulasi negatif dari warga mengenai alokasi anggaran kecamatan, tentu warga kerap mempertanyakan ke mana perginya dana kegiatan dinas jika untuk hadiah lomba saja tidak ada.
(Redaksi)








