Menu

Mode Gelap

Hukum & Kriminal · 8 Agu 2025

Korlap Aksi Sebut Kasat Reskrim Polres Sumenep Diduga Kuat Terima Uang Suap BSPS 250 Juta.


					Foto : Nurahmat, S.H., korlap Aksi AMSP ( Aliansi Masyarakat Sumenep Peduli) Perbesar

Foto : Nurahmat, S.H., korlap Aksi AMSP ( Aliansi Masyarakat Sumenep Peduli)

SUMENEP, NETSATU.COM,- Sejumlah massa aksi yang tergolong dalam aksi seruan damai AMSP (Aliansi Masyarakat Sumenep Peduli) geruduk Mapolres Sumenep dengan membawa sejumlah tuntutan massa aksi, Kamis (7-8-2025).

Kedatangan mereka menuntut diantaranya dugaan terima suap uang BSPS yang diduga kuat mengalir ke tangan kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP. Agus Rusdiyanto, S.H.

Korlap Aksi Nurrahmat, S.H dalam aksi nya dengan keras menuding bahwa kasat Reskrim polres Sumenep AKP. Agus Rusdiyanto, S.H dengan dugaan kuat terima aliran suap BSPS sebesar 250 juta.

” Kami datang kesini untuk menyampaikan aspirasi meminta kepada bapak Kapolres yang terhormat bagaimana kinerja dari kasat Reskrim yang selama ini amburadul “. Ucapnya dengan lantang.

Sementara itu, Nurahmat membeberkan bahwa proses dugaan kuat terima suap aliran BSPS dengan nominal Rp.250.000.000 melalui COD (Cash On Delivery) dengan ongkos kurir sebesar Rp.7.000.000.

” Len on lennya sudah mengakui Bapak, dia mendapatkan ongkos kurir sebesar Rp.7.000.000, apa perlu saya sampaikan disini, apa perlu kami tunjuk hidung panerima maupun pengantarnya” bebernya.

Kemudian korlap aksi menambahkan bahwa yang dimaksud pengantar dan penerima COD tersebut adalah oknum polres Sumenep sendiri.

“Ini sama-sama anggota jenengan institusi polisi baik penerima COD maupun kurirnya, ini jelas langsung pengakuan dari kurir Len on lennya sendiri Bapak” tegasnya.

Tak hanya itu, korlap aksi 2 Sulaisi Abdurrazaq, S.H., menyebut beberapa laporan banyak yang mangkrak tak kunjung selesai di tubuh polres Sumenep diantara nya laporan dugaan korupsi yang hingga kini tak jelas ujungnya, seperti kasus dugaan BSPS, kasus dugaan Froud Bank BPRS mandeg, kasus pembangunan KIHT yang buruhnya tidak dibayar sesuai bajatnya.

” Itulah Kenapa kami bergerak ke tempat ini, banyak sekali kasus korupsi yang kami laporkan pak ke tempat ini ke polres Sumenep tapi tidak ada yang jalan ” tegasnya.

Sebelum aksi mereka bubar, Nurahmat selaku korlap aksi membacakan tuntutan aksi diantaranya:

1. Kapolda Jatim segera mencopot Kasat Reskrim Polres Sumenep.

2.. Mengaudit total seluruh kinerja penanganan kasus di Polres Sumenep.

3. Membentuk tim khusus dari Mabes Polri untuk mengusut dugaan jaringan setoran ilegal.

4. Memproses semua laporan korupsi yang mandek secara transparan dan terbuka.

Hingga berita ini tayang, kondisi didepan Mapolres Sumenep nampak dipadati para aksi demonstrasi dari AMSP, sementara itu tim redaksi belum menerima penjelasan resmi dari pihak polres Sumenep terkait aksi mereka.

 

( Redaksi )

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pemkab Sumenep Peringati Maulid Nabi Saw 2026 : Ajak ASN dan Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah 

4 September 2026 - 05:39

Foto : Pemkab Sumenep Menggelar Maulid nabi Muhammad Saw Bersama Majlis Attaufiq

Peredaran Diduga Rokok Ilegal Merk Manchester R7 Semakin Laris Terjual, Petugas Bea Cukai Batam dan APH Diminta Segera Bertindak

2 September 2026 - 04:39

Diduga Maraknya Judi Tebak Angka Di Toko Lina Dan kedai Kopi Golden, Kapolres Karimun Dinilai Tutup Mata

2 September 2026 - 02:35

Video Syur Perselingkuhan Ning Putri Kyai dengan Santri Ponpes di Kota Kediri Viral di Website Dewasa

1 September 2026 - 08:26

Foto : Foto ilustrasi puluhan generasi muda melihat video tak senonoh Ning Putri Kyai Ponpes besar di Kota Kediri dengan santri sopir tayang di situs dewasa

1000 Petani Tebu Kepung Istana Merdeka, Desak HPP Gula Rp16.875 dan Copot Menko Bidang Pangan

1 September 2026 - 03:44

Foto : 1000 Petani Tebu Kepung Istana Merdeka, Desak HPP Gula Rp16.875 dan Copot Menko Bidang Pangan

Oknum Santri dan Ning Putri Pengasuh Ponpes Ternama di Kota Kediri Disinyalir Jalin Hubungan Terlarang di Kediaman Kyai

31 Agustus 2026 - 12:32

Foto : Ilustrasi
Trending di Hukum & Kriminal

Sorry. No data so far.