KOTA KEDIRI, NETSATU.COM.- Polarisasi publik di wilayah Kota Kediri kembali tersulut menyusul merebaknya isu skandal asmara yang melibatkan elemen internal di salah satu institusi pendidikan keagamaan Pondok Pesantren (Ponpes).
Dugaan keterlibatan seorang oknum santri berinisial ASF dengan N, putri pengasuh ponpes ternama tersebut, kini berada di bawah kecermatan media massa menyusul munculnya bukti-bukti berupa foto sedang berhubungan seksual yang dilakukan di dalam kamar kediaman pimpinan pesantren.
Untuk diketahui, N selain dikenal sebagai putri dari sang kiyai pondok pesantren tersebut, parahnya lagi juga sudah bersuami dan mempunyai anak.
Menelusuri rekam jejak informasi yang berhasil dihimpun, sinyalemen hubungan terlarang tersebut disinyalir telah mengakar dalam kurun waktu yang tidak singkat. Isu ini kian meruncing lantaran dugaan perbuatan tak patut itu ditengarai terjadi (dilakukan) langsung di area privat—yakni di salah satu kamar rumah kyai.
Eksistensi deretan dokumentasi digital serta artefak visual berupa foto sedang melakukan hubungan intim di lingkungan Ponpes kini menjadi fokus penelusuran utama guna menguji material bukti di lapangan.
Sikap tertutup justru ditunjukkan oleh kedua terduga pelaku saat diupayakan konfirmasi.
Saat dihubungi melalui nomor WhatsApp pribadinya pada Senin (31/8/2026) sore, ASF dan N enggan merespons pertanyaan terkait dugaan video syur milik mereka yang beredar di dunia maya.
Keduanya bahkan langsung memblokir nomor WhatsApp jurnalis media netsatu.com.
Langkah pemblokiran tersebut tidak menyurutkan upaya perimbangan berita (cover both sides) sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Redaksi terus membuka ruang tanggapan resmi sekaligus mendesak kedua pihak untuk menghentikan kelakuan tersebut dan memberikan klarifikasi secara terbuka kepada publik.
(Bm/red)








