Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 18 Nov 2025

Tempat Loket Pelayanan Puskesmas Pandian Sumenep Digunakan Sarang Santai Dan Arena Bermain Anak


					Foto ; Tempat Loket Pelayanan Puskesmas Pandian Sumenep Madura Jawa Timur Perbesar

Foto ; Tempat Loket Pelayanan Puskesmas Pandian Sumenep Madura Jawa Timur

SUMENEP, NETSATU.COM,- Salah satu calon pasien inisial MM datang ke puskesmas Pandian Sumenep Madura Jawa Timur yang hendak melakukan pengobatan, datang ke Tempat Loket Pelayanan Puskesmas tersebut untuk niat mendaftarkan dirinya, akan tetapi anehnya tempat yang seharusnya digunakan sebagai tempat melayani pasien seketika suasana berubah digunakan tempat santai dan arena main anak-anak.

Seperti yang terlihat di vidio yang beredar dengan durasi 14 detik terlihat laki-laki dengan menggunakan kaos kuning celana panjang yang asik menikmati handphone nya dengan menggunakan headset dikedua telinga dan kaki bergoyang di atas meja kerjanya, serta terlihat ada dua anak kecil yang lagi asik main komputer yang biasa digunakan untuk melayani pasien.

Menurut inisial MM yang merupakan salah satu calon pasien waktu itu pada hari Jumat ,(14-11-2025)  sekira pukul 10.45 wib, niat berkeinginan dirinya untuk daftar berobat akan tetapi suasana loket pelayanan Puskesmas berubah tempat asik nyantai bermain.

“Saya niat untuk berobat di Puskesmas Pandian itu, pas saya menghampiri tempat loket pelayanan untuk daftar, saya liat ada petugas kaos kuning lagi asik menikmati handphone nya dan kakinya di letakkan diatas meja kerjanya, trus di tempat komputer pelayanan itu ada anak kecil 2 lagi main komputer ” ucapnya, Selasa (18-11-2025).

Sementara itu kepala puskesmas saat dijumpai mengatakan dirinya membantah tentang adanya anak 2 yang lagi asik main komputer.

“Bukan main, maaf ya pak kita itu disini banyak kerjaan kalau komputer itu kami ngak nge-game, kami nge entri pasien, nge entri CKG dan lain-lain ” tegasnya.

Dengan demikian tentu publik bertanya-tanya atas bantahan kepala puskesmas dr. Fatimatul insaniyah selaku pimpinan hendaknya bersikap professional, bijak, adil dan transparan tidak berpihak kepada siapapun, hal ini tentu publik menilai terkesan melindungi bawahan nya yang salah,

Dalam hal ini puskesmas Pandian Sumenep dinilai kurangnya edukasi pemahaman antara atasan dan bawahan, terbukti seorang bawahan sudah jelas melakukan perbuatan yang tidak ber etika justru terkesan dilindungi, bukannya menyadari kesalahannya akan tetapi mencoba melindungi bawahannya dengan berbagai alasan.

Perlu diketahui bahwa puskesmas tersebut merupakan pusat pelayanan kesehatan di garda terdepan, jadi sangat tidak layak terkesan congkak tak ber moral meja yang seharusnya digunakan untuk meletakkan kedua tangan justru ditempati  kedua kakinya dan komputer yang biasa di gunakan saat menerima pasien digunakan anak bermain.

( Redaksi)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pemkab Sumenep Peringati Maulid Nabi Saw 2026 : Ajak ASN dan Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah 

4 September 2026 - 05:39

Foto : Pemkab Sumenep Menggelar Maulid nabi Muhammad Saw Bersama Majlis Attaufiq

Peredaran Diduga Rokok Ilegal Merk Manchester R7 Semakin Laris Terjual, Petugas Bea Cukai Batam dan APH Diminta Segera Bertindak

2 September 2026 - 04:39

Diduga Maraknya Judi Tebak Angka Di Toko Lina Dan kedai Kopi Golden, Kapolres Karimun Dinilai Tutup Mata

2 September 2026 - 02:35

Video Syur Perselingkuhan Ning Putri Kyai dengan Santri Ponpes di Kota Kediri Viral di Website Dewasa

1 September 2026 - 08:26

Foto : Foto ilustrasi puluhan generasi muda melihat video tak senonoh Ning Putri Kyai Ponpes besar di Kota Kediri dengan santri sopir tayang di situs dewasa

1000 Petani Tebu Kepung Istana Merdeka, Desak HPP Gula Rp16.875 dan Copot Menko Bidang Pangan

1 September 2026 - 03:44

Foto : 1000 Petani Tebu Kepung Istana Merdeka, Desak HPP Gula Rp16.875 dan Copot Menko Bidang Pangan

Oknum Santri dan Ning Putri Pengasuh Ponpes Ternama di Kota Kediri Disinyalir Jalin Hubungan Terlarang di Kediaman Kyai

31 Agustus 2026 - 12:32

Foto : Ilustrasi
Trending di Hukum & Kriminal

Sorry. No data so far.