Menu

Mode Gelap

Hukum & Kriminal · 21 Mar 2025

Ahmad Amin Rifa’i, Aktivis Lidik Hukum dan HAM Soroti Kasus Di Tubuh Pemdes Dasuk Laok


					Foto : Ahmad Amin Rifa'i, S.Sos., Aktivis Lidik Hukum Dan HAM Kabupaten Sumenep Perbesar

Foto : Ahmad Amin Rifa'i, S.Sos., Aktivis Lidik Hukum Dan HAM Kabupaten Sumenep

SUMENEP, NETSATU.COM,-Pemerintah Desa Dasuk Laok, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur diduga tak beres dalam  program penyaluran bantuan pangan pada tahun 2024, Kamis, 19/03/25. Malam.

Menyikapi hal ini, aktivis Lidik Hukum dan HAM, Ahmad Amin Rifa’i angkat bicara soal program penyaluran bantuan pangan pada tahun 2024, dirinya menduga kuat adanya ketidak beresan yang ada ditubuh pemerintah Desa Dasuk Laok tersebut.

Amin menyebut bahwa program penyaluran bantuan pangan pada tahun 2024 dibulan Januari sampai Juni menduga kuat adanya ketidak beresan yang dilakukan oleh oknum Pemdes Dasuk Laok, sebab tidak sesuai dengan data.

Masyarakat Dasuk Laok yang tidak ingin namanya disebut mengaku kecewa kepada Kepala Desanya karena pada bulan Januari hingga Juni 2024, pihaknya selaku penerima manfaat hanya mendapatkan dua kali bantuan, yang seharusnya mendapatkan enam kali bantuan.

Ia mengira, program bantuan pangan berupa beras diduga tidak sesuai dengan penerima manfaatnya.

“Bahkan ada yang menerima 1 kali. Padahal seharusnya mendapatkan enam kali bantuan pangan beras. Saya menduga penyaluran Program ini tidak beres,” ungkapnya.

“Saya sangat kecewa kepada kepala desa Dasuk Laok karena bantuan yang saya terima tidak sesuai dengan data yang ada. Saya menduga ada penyalahgunaan bantuan pangan tahun 2024 tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, Ahmad Amin Rifa’i saat konfirmasi yang didampingi wartawan dikediaman Kepala desa Dasuk Laok, Kepala Desa Dasuk Laok melalui Sekdesnya mengelak.

Bahkan ironisnya, Sekdes Dasuk Laok menuding bahwa informasi yang disampaikan adalah pihak mantan Kades yang lama yakni mantan suami dari kepala desa yang aktif saat ini.

“Emang perebutan pihak lawan kita setempat pak tidak jauh, bisa jadi dari mantan suaminya ” ujarnya saat ditemui dikediamannya.

Tidak hanya itu, Sekretaris Desa itu juga mengaku merasa tidak pernah takut kepada siapapun walau satu banding seribu orangpun.

“Saya tidak pernah takut, mau siapapun akan saya lawan,” ucapnya dengan nada keras.

Oleh sebab itu, Amin selaku aktivitas Lidik Hukum Dan HAM berjanji akan membawa persoalan ini ke ranah hukum.

“Saya menduga ini ada penyalah gunaan berkenaan dengan bantuan pangan yang terjadi pada tahun 2024 ini, dalam waktu dekat akan saya laporkan kepada pihak berwajib guna memberikan efek jera,” pungkasnya singkat.

( Red/Dav )

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kasus Klinik Kecantikan SA Beuty Mangkrak 3 Tahun, Aktivis Sumenep Forum Bakal Geruduk Polres Sumenep Dengan Audensi

9 Maret 2026 - 16:03

Foto : Sudarsono Ketua Sumenep Forum didampingi David wakil ketua Sumenep Forum

Inisial S Akhirnya Resmi Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Penipuan Rp135 Juta

23 Februari 2026 - 18:04

Dugaan Pencabulan Di Ganding Dibantah: Tindakan Kekerasan, Bukan Asusila

20 Januari 2026 - 04:52

Kadinkes P2KB Sumenep Prihatin Aksi Brutal Penganiayaan Bersama Terhadap Nakes Puskesmas Batuan Sumenep

19 Januari 2026 - 06:41

Foto : drg.Ellya Fardasah, M.Kes.,Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) kabupaten Sumenep

Aktivis Minta Pemkab Sumenep Tegas Tangani Tambang Galian C Tak Berizin Jangan Tebang Pilih.  

18 Januari 2026 - 09:17

Foto : Kanan Nurahmat, S.H. Aktivis Sumenep, . Sebelah kiri Dadang Deddy Iskandar, S.H., M.H. Kabag. Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pemkab Sumenep

Dinilai Kebal Hukum, Penguasa Tambang Galian C Tetap Beroperasi, Sehari Pasca Sidak Investigasi Pemkab Sumenep

15 Januari 2026 - 04:27

Foto : Gambar ilustrasi
Trending di Ekonomi

Sorry. No data so far.