SUMENEP, NETSATU.COM,- Perkumpulan Aktivis Mahasiswa yang tergabung dalam Dear Jatim Korda Sumenep saat ini tengah menyoroti dugaan korupsi di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep.
Ferdy Dwi Hidayat mengatakan pada tahun 2022 sangat banyak temuan di Dinas PUTR Kabupaten Sumenep seperti halnya,
⁃ Anggaran belanja uang yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar Rp.6.650.000.000,00
⁃ Anggaran belanja hibah Rp.8.754.000.687,00 direalisasikan Rp.5.650.198.560,00
⁃ Anggaran Bantuan Keuangan Desa Rp.48.186.400.000,00 direalisasikan Rp.47.486.400.000,00.
Ferdy menduga bahwa anggaran tersebut banyak penyelewengan dan juga tidak tepat sasaran dan ada indikasi penarikan fee/ijon proyek kepada pihak ketiga yang dilakukan oleh oknum pejabat Dinas PUTR Kabupaten Sumenep sebesar 30% sampai 40% dari anggarannya.
” Saya yakin anggaran tersebut banyak yang diselewengkan dan tidak tepat sasaran, ada indikasi penarikan fee/ijon proyek kepada pihak ketiga yang dilakukan oleh oknum Dinas PUTR”, katanya.
Mahasiswa Universitas Wiraraja itu juga menambahkan banyaknya pekerjaan fisik seperti halnya Dana Alokasi Khusus (DAK), Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKK Desa) yang kekurangan volume dan bahkan Fiktif.
” Dan saya yakin banyak pekerjaan fisik seperti halnya Dana Alokasi Khusus (DAK), Bantuan Keuangan khusus Desa (BKK Desa) yang kurangnya akan volume bahkan fiktif”, imbuhnya.
Pada tahun 2022 Ada 340 titik lokasi yang mendapatkan BKK Desa dari Dinas PUTR dan 199 lokasi yang bermasalah seperti halnya tumpang tindih dengan program lain dan juga kekurangan volume.
Ferdy juga menambahkan Dari hasil investigasi kami program BKK Desa ada kerugian negara sebesar Rp.27.330.000.000,00 dari realisasi Rp.47.486.400.000,00.
Pihaknya berjanji akan melalukan Aksi Demontrasi dalam rangka mengevaluasi kinerja Dinas PUTR dan akan melaporkan ke Aparat Penegak Hukum.
( Redaksi )








