Menu

Mode Gelap

Hukum & Kriminal · 18 Mar 2024

Soal Pelantikan Kades Matanair ; Bupati Sumenep Dinilai Permainkan Hukum


					Foto : Sudarsono Selaku koordinator Sumenep Forum Perbesar

Foto : Sudarsono Selaku koordinator Sumenep Forum

 

SUMENEP, NETSATU.COM,– Fenomena pelantikan Achmad Rasidi sebagai Kepala Desa (Kades) Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep yang berlangsung di Kantor Bupati Sumenep pada hari Selasa tanggal 27 February 2024 yang lalu mulai mendapat sorotan dari aktivis hukum di kabupaten berlambang kuda terbang ini.

Pasalnya, pelantikan Achmad Rasidi sebagai Kades Matanair dinilai penuh kejanggalan. Sebab sebelumnya, yakni pada tahun 2022 yang lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep telah mengeluarkan release resmi yang menyatakan bahwa Achmad Rasidi tidak dapat dilantik sebagai Kades Matanair meskipun hal tersebut merupakan putusan pengadilan.

Menyikapi fenomena tersebut, Koordinator Lembaga Sumenep Forum Sudarsono menyebut bahwa Pemkab Sumenep dalam hal ini Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH., terkesan tidak taat hukum dan bahkan seolah-olah mempermainkan putusan atau perintah pengadilan.

Karena menurut pria yang akrab disapa Endar itu, dari awal Bupati Sumenep dan anak buahnya telah bersikukuh bahwa putusan pengadilan yang memerintahkan Bupati Sumenep melantik Achmad Rasidi sebagai Kades Matanair tidak dapat dieksekusi.

” Nah pertanyaannya, kenapa pasca pemilu 2024 ini putusan pengadilan tersebut dapat dilaksanakan? Dan apa alasan hukumnya?” kata Endar, Senin (18-3-2024).

Endar mengaku sangat terkejut dengan fenomena pelantikan Achmad Rasidi sebagai Kades Matanair oleh Bupati Sumenep pada tanggal 27 Februari 2024 kemarin. Pasalnya, meskipun Bupati Sumenep ini telah didemo sampai berjilid-jilid oleh pihak Achmad Rasidi pada tahun 2022 yang lalu, yang bersangkutan tetap bersikukuh tidak dapat melantik Achmad Rasidi.

” Tapi kenapa saat ini Bupati bisa melantik Achmad Rasidi. Apa jangan-jangan Bupati ini tersandera oleh seseorang yang berpangkat Jendral? Atau jangan-jangan tersandung kasus yang kemudian kasus tersebut dibarter dengan pelantikan Achmad Rasidi?” ujarnya dengan penuh nada tanya.

Lebih lanjut Mahasiswa Hukum di Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep itu menegaskan jika dirinya bersama timnya dalam waktu dekat akan melayangkan surat audiensi ke Pemkab Sumenep.

” Kami mahu tahu alasan hukumnya apa, kenapa Bupati Sumenep ini tiba-tiba mengambil keputusan untuk melantik Acmad Rasidi,” tandasnya.

Sementara sampai berita ini diterbitkan, awak media ini belum mempunyai akses untuk melakukan upaya konfirmasi kepada Bupati Sumenep.

Untuk diketahui bersama, pada tahun 2022 yang lalu sengketa Pilkades Matanair ini membuat heboh publik Kota Keris. Bahkan, pihak Achmad Rasidi sampai melakukan aksi demontrasi berjilid-jilid untuk mendesak Bupati Sumenep agar segera melantik Achmad Rasidi sebagai Kades Matanair sesuai dengan putusan pengadilan.

Namun pada saat itu Bupati Sumenep beserta anak buahnya begitu kompak menyatakan bahwa putusan pengadilan yang memerintahkan Bupati Sumenep untuk melantik Achmad Rasidi tidak dapat dilaksanakan.

 

( Redaksi )

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Mantan kades Batu Kerbuy Pamekasan Didampingi Pengacara Sumenep Bantah Tudingan Rentenir

7 Mei 2026 - 12:06

Foto : Aba Yanto mantan Kades Batu Kerbuy Pasean Pamekasan Madura, Didampingi H.Mohammad Siddik, S.H.,M.H

Kebebasan Pers Terancam, Dugaan Kriminalisasi Wartawan di Sumenep Picu Protes Keras Jurnalis Sumenep Independen

20 April 2026 - 10:06

Foto : ilustrasi

Kapolda Jatim Mendadak Tidak Ada Dilokasi Saat Hendak Konferensi Pers Temuan Kokain 27,83Kg, Jurnalis Sumenep Independen Minta Transparansi Publik

16 April 2026 - 05:36

Igusty Madani Ketua Jurnalis Sumenep Independen Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur

Kasus Klinik Kecantikan SA Beuty Mangkrak 3 Tahun, Aktivis Sumenep Forum Bakal Geruduk Polres Sumenep Dengan Audensi

9 Maret 2026 - 16:03

Foto : Sudarsono Ketua Sumenep Forum didampingi David wakil ketua Sumenep Forum

Inisial S Akhirnya Resmi Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Penipuan Rp135 Juta

23 Februari 2026 - 18:04

Dugaan Pencabulan Di Ganding Dibantah: Tindakan Kekerasan, Bukan Asusila

20 Januari 2026 - 04:52

Trending di Hukum & Kriminal

Sorry. No data so far.